LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM- Tiga hari sudah kebocoran pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk, namun menurut warga, Penanganan Kebocoran pipa di nilai sangat lambat hal ini di buktikan dengan keadaan yang ada di lapangan, minyak yang ada di area persawahan warga masih di biarkan begitu saja.
Dan juga mengenai masalah kesehatan yang ditimbulkan dari minyak hitam, karena ada beberapa warga yang mungkin menghirup terlalu banyak tanpa masker diawal kejadian, mereka merasa pahit kalau menelan dan mata agak perih. Ujar Lisye, salah satu warga.
Adapum rencana masyayakat akan memasukkan tuntunan ke pihak PT Vale Indonesia Tbk. Rencana mungkin besok baru kami masukkan tuntutan, katanya ke media suaraterkininews.com.
Terus minyak yang didalam sawah itu belum ada yang diangkat, untuk sementara kami tidak banyak bergerak, warga disekitar dikasih pekerjaan untuk membantu pekerjaan perusahaan, katanya
Belum ada tanggapan apa-apa dari PT Vale, kecuali berupaya untuk meminimalisir penyebaran minyak lebih jauh.
Sementara itu kami juga mendapatkan info dari aparat desa dan masyarakat timampu sudah sampe di danau, dan sudah ada peringatan untuk tidak mengkonsumsi air PDAM yang diambil dari danau, tambahnya.
Sementara, PT Vale Indonesia Tbk, dalam siaran persnya menegaskan, memasuki hari ketiga insiden kebocoran pipa minyak ini, perusahaan komitmen penuh untuk menangani situasi ini secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab.
Sumber kebocoran telah berhasil diidentifikasi dan diisolasi, dan hingga saat ini seluruh tim teknis bekerja siang dan malam untuk menghentikan penyebaran aliran minyak sebagai prioritas utama.
Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto, yang hadir langsung di lokasi, menekankan bahwa perusahaan menempatkan keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan di atas segalanya.
“Kami memahami betapa berat situasi ini bagi masyarakat Towuti. Doa dan dukungan semua pihak sangat berarti bagi kami. Fokus utama kami adalah menghentikan penyebaran aliran minyak, dan kami bekerja bersama pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan langkah penanganan berjalan dengan cepat dan tepat. Dengan semangat gotong royong, kita percaya dapat melewati situasi ini bersama,” ujarnya.
PT Vale menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan yang sedang dilakukan. Karena itu, perusahaan membuka akses informasi secara berkala melalui posko pengaduan dan kanal resmi, serta menyusun laporan harian bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur untuk memastikan akuntabilitas publik.
Perusahaan juga terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Towuti, BPBD, DLH, aparat kepolisian, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk menerima kunjungan Inspektur Tambang dan tim dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi.
Posko pengaduan dan informasi resmi telah dibuka di Kantor Camat Towuti sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan maupun mendapatkan informasi langsung dari tim.
Selain fokus menghentikan penyebaran aliran minyak, PT Vale berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab dalam melakukan pemulihan lingkungan secara menyeluruh dan menanggulangi dampak sosial yang ditimbulkan.
Dalam rilis resmi itu, PT Vale juga mengatakan upaya pemulihan ini akan dilakukan secara bertahap, mencakup rehabilitasi ekosistem di area terdampak, dukungan sosial-ekonomi bagi masyarakat, serta evaluasi dan penguatan sistem keamanan pipa agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Semua proses pemulihan akan dilakukan dalam koordinasi yang erat dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan pihak-pihak terkait, dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas publik.
“Kami menyadari bahwa masih ada banyak pertanyaan yang belum dapat dijawab sepenuhnya saat ini. Namun, kami berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan secara terbuka dan tepat waktu. Semua langkah kami akan berfokus pada keselamatan warga, pemulihan lingkungan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat Towuti,” tambah Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale. (*)






