Sudut Pandang Masyarakat Luwu Timur, Sosok Kasat Intel AKP M. Aswan, Seorang Polisi Intelijen yang Bisa Menjadi “jembatan” Hangat Bagi Rakyat

LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM, – Ada pepatah mengatakan bahwa intelijen adalah “mata dan telinga” negara yang bekerja dalam senyap. Namun, bagi masyarakat Luwu Timur, sosok AKP M. Aswan Sahruddin, SH., MH., membuktikan bahwa seorang polisi intelijen juga bisa menjadi “jembatan” yang hangat bagi rakyat.

Setelah mengabdi di Polres Luwu Timur sejak 13 Maret 2023, sang Kasat Intel yang dikenal low profile ini bersiap meninggalkan Bumi Batara Guru untuk penugasan baru.

Kepergiannya meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi institusi, tapi bagi berbagai lapisan komunitas yang selama ini menjadi sahabatnya.

Intelijen yang Merangkul, Bukan Memukul :

Bagi Aswan, seragam polisi bukanlah pembatas. Ia dikenal sangat lekat dengan organisasi kepemudaan, komunitas pemusik, hingga meja-meja permainan komunitas Domino.

Melalui wadah Raharja Syndicate yang ia dirikan, Aswan membangun ekosistem komunikasi yang cair tanpa sekat formalitas yang kaku.

Rekam jejaknya di dunia intelijen memang tak main-main. Sejak lulus Bintara tahun 2002, ia mendedikasikan seluruh kariernya di bidang ini hingga lulus sebagai perwira khusus intelijen pada tahun 2017. Pengalaman panjang ini membentuk instingnya: bahwa keamanan bukan hanya soal pengawasan, tapi soal rasa saling percaya.

Diplomasi di Balik Layar :

Tahun 2024 bukanlah tahun yang mudah bagi aparat keamanan. Agenda nasional seperti Pilpres hingga Pilkada menuntut kewaspadaan tinggi. Namun, di bawah kawalannya, Luwu Timur tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif.

Menariknya, di masa kepemimpinannya, kuantitas dan kualitas aksi unjuk rasa (unras) di Luwu Timur menurun drastis. Hal ini bukan terjadi karena pembungkaman, melainkan karena pola komunikasi efektif yang ia terapkan.

“Tidak ada masalah tanpa solusi dengan komunikasi,” itulah prinsip yang selalu ia pegang teguh.

Aswan kerap memposisikan dirinya sebagai konsultan pemecahan masalah bagi dinamika sosial masyarakat. Ia lebih memilih menjembatani kepentingan warga dengan pihak terkait melalui mediasi yang tulus daripada membiarkan konflik membesar di jalanan.

Pamit dengan Warisan Ketulusan :

Kini, saat tugas memanggilnya ke tempat baru, AKP M. Aswan Sahruddin meninggalkan warisan berharga tentang bagaimana menjadi seorang polisi modern: yang mengedepankan solusi, mediasi, dan kemanusiaan.

Luwu Timur mungkin kehilangan salah satu perwira terbaiknya, namun pola komunikasi yang ia bangun akan selalu menjadi pengingat bahwa keamanan terbaik lahir dari percakapan yang jujur di tengah masyarakat.

Selamat bertugas di tempat baru, Komandan. Terima kasih atas dedikasinya untuk Bumi Batara Guru.