Banjir Lumpur di Area PT PUL, Bahayakan Pengguna Jalan, Lak Ham Indonesia Ini Butuh Perhatian Khusus 

LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM, – Video banjir lumpur yang menutup jalur lintas di sekitar area operasional PT Prima Utama Lestari (PT PUL) di Desa Ussu, Kecamatan Malili, viral di media sosial dan memicu respons berbagai pihak. Lak Ham Indonesia (LHI) Iskar meminta pemerintah bersikap tegas serta melakukan evaluasi menyeluruh atas dugaan dampak aktivitas tambang di wilayah tersebut.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat badan jalan dipenuhi lumpur berwarna cokelat sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi kejadian itu, Iskar mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur untuk meminta langkah cepat dan tegas dari pemerintah daerah.

“Setelah video viral, kami langsung berkoordinasi dengan DLH Luwu Timur dan meminta ketegasan terhadap persoalan ini,” ujar Iskar.

Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan yang diterimanya dari pihak pengawasan DLH Luwu Timur, instansi tersebut telah meminta pihak terkait segera melakukan pembersihan material lumpur serta bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi.

“Pengawasan DLH Luwu Timur menjawab bahwa mereka sudah menegaskan agar segera membersihkan dan bertanggung jawab. Sekarang sudah dibersihkan, dan besok mereka akan turun ke lapangan,” ungkap Iskar mengutip penjelasan dari DLH Luwu Timur. Senin (27/04/26).

Warga sekitar sebelumnya telah beberapa kali menyuarakan keberatan terkait aktivitas operasional tambang yang menggunakan akses jalan umum. Selain persoalan lalu lintas, masyarakat juga menyoroti pentingnya pengendalian dampak lingkungan, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi membawa material lumpur ke badan jalan maupun aliran sungai.

Sementar sejumlah aktivis lingkungan berharap inspeksi lapangan yang akan dilakukan pemerintah tidak hanya bersifat penanganan sementara, tetapi juga menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan lingkungan dan keselamatan operasional di kawasan tambang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak PT PUL terkait video viral tersebut. Namun masyarakat mendorong agar seluruh pihak mengedepankan tanggung jawab, transparansi, dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas industri di sekitar permukiman dan fasilitas umum memerlukan pengawasan ketat, agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.(*)