KOLAKA UTARA, — Kualitas layanan tenaga kesehatan di Puskesmas Latali, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara, menjadi sorotan setelah adanya keluhan dari keluarga pasien terkait dugaan keterlambatan penanganan medis. Jumat (1/5/2026).
Keluhan tersebut disampaikan oleh anak pasien yang setia mendampingi orang tuanya selama masa perawatan. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika infus yang terpasang pada orang tuanya terlepas, namun respons dari pihak perawat dinilai kurang cepat.
“Infus ayah saya sempat terlepas. Saya langsung melapor ke ruang perawat, tetapi butuh waktu cukup lama hingga ada perawat yang datang. Setelah diperiksa, perawat justru mengatakan tidak perlu dipasang kembali karena ayah saya sedang tidur,” tuturnya.
Keadaan berubah ketika pasien terbangun dan meminta agar infus kembali dipasang. Keluarga kembali menyampaikan permintaan tersebut kepada perawat, namun respons yang diterima dianggap tidak memberikan solusi.
“Perawat menyampaikan bahwa petugas yang memegang kunci gudang peralatan sudah pulang, sehingga pemasangan infus tidak dapat dilakukan,” lanjutnya.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika kondisi pasien dilaporkan memburuk. Pasien disebut mengalami muntah darah, namun tindakan medis yang diberikan kembali menuai kritik dari pihak keluarga.
“Saya sudah menyampaikan bahwa ayah saya muntah darah, tetapi perawat hanya datang dan menyarankan pemberian obat minum saja,” jelasnya.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait standar pelayanan kesehatan di fasilitas tingkat pertama tersebut, khususnya menyangkut kesiapan tenaga medis serta ketersediaan sarana penunjang.
Keluarga pasien menilai bahwa pelayanan yang diberikan belum mencerminkan prinsip dasar layanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan berorientasi pada kemanusiaan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Atas kejadian ini, pihak keluarga meminta perhatian dari pemerintah daerah, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara, untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga medis dan sistem manajemen di Puskesmas Latali.
Selain itu, mereka juga mendorong agar pengawasan terhadap seluruh puskesmas di wilayah tersebut diperketat guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Setiap warga berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi. Harapannya, kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan bisa lebih baik,” tegasnya.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Puskesmas Latali maupun instansi terkait terkait keluhan yang disampaikan oleh keluarga pasien.






