MAKASSAR, SUARATERKININEWS.COM, — Maraknya aksi kejahatan jalanan, kekerasan, dan premanisme yang melibatkan kelompok geng motor kembali memicu keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut mendapat sorotan keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP).
Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Makassar, Muhammad Alwi Agus, menilai bahwa kejahatan jalanan yang terjadi belakangan ini telah memasuki kondisi yang mengkhawatirkan dan tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai bentuk kenakalan remaja.
Menurutnya, aksi kekerasan, penyerangan, pengancaman, penggunaan senjata tajam, serta tindakan premanisme di ruang publik merupakan persoalan serius karena secara langsung mengancam rasa aman dan keselamatan masyarakat.
“Ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja. Ketika kelompok geng motor sudah melakukan kekerasan, pengancaman, penyerangan dan membuat masyarakat takut beraktivitas di jalan, maka negara harus hadir dengan tindakan yang tegas dan terukur,” tegas Muhammad Alwi Agus.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan dari negara. Jalan raya dan ruang publik tidak boleh berubah menjadi tempat yang dikuasai oleh kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan dan tindakan kriminal.
HMI Cabang Makassar Bidang PTKP mendesak Polda Sulawesi Selatan dan jajaran Polrestabes Makassar untuk meningkatkan langkah pencegahan dan penindakan terhadap kelompok geng motor yang terlibat dalam aksi kekerasan dan premanisme jalanan.
“Kami meminta aparat tidak menunggu sampai jatuh korban lebih banyak. Lakukan pemetaan terhadap kelompok-kelompok yang terindikasi melakukan aksi kriminal, tingkatkan patroli di titik-titik rawan, dan tindak tegas pelaku berdasarkan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Selain penindakan hukum, HMI juga mendorong adanya langkah preventif yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, sekolah, kampus, orang tua, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan. Penanganan persoalan geng motor tidak cukup hanya dengan penangkapan, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan pembinaan dan pengawasan generasi muda.
Muhammad Alwi Agus menambahkan bahwa aparat penegak hukum harus memastikan tidak ada ruang bagi kelompok-kelompok yang menjadikan kekerasan dan premanisme sebagai budaya di tengah masyarakat.
“Kami mendukung aparat kepolisian memberantas geng motor yang melakukan tindak kekerasan dan premanisme. Jangan biarkan masyarakat hidup dalam ketakutan. Negara harus hadir, hukum harus ditegakkan, dan ruang publik harus dikembalikan menjadi tempat yang aman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
HMI Cabang Makassar Bidang PTKP menyatakan akan terus mengawal persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, tegas, dan terukur dalam menangani setiap aksi kriminalitas jalanan.






