TAKALAR, SUARATERKININEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar (UINAM) yang ditempatkan di Desa Bontomagape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, menggelar kegiatan Posyandu Meriah. Pada Rabu 14/8/2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu mengenai kesehatan anak, khususnya dalam upaya pencegahan stunting.
Posyandu Meriah tersebut diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari dua dusun.
Kegiatan tersebut tidak hanya terfokus pada pemeriksaan kesehatan rutin, melainkan juga mencakup beragam aktivitas edukatif dan inovatif.

Posyandu kali ini tidak hanya menyediakan pemberian makanan tambahan (PMT) serta pemeriksaan gula darah dan tekanan darah, tetapi juga menyelenggarakan kelas untuk ibu dan balita.
Kolaborasi antara kader Posyandu dan mahasiswa KKN angkatan 75 UIN Alauddin Makassar menjadi kunci keberhasilan acara ini.
Para mahasiswa tidak hanya aktif membantu pelaksanaan Posyandu, tetapi juga mengimplementasikan program kerja unggulan mereka, yaitu inovasi pencegahan stunting melalui daun kelor.
Stella Anatasya, salah satu mahasiswa KKN angkatan 75 UIN Alauddin Makassar, mengungkapkan bahwa melalui program ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kandungan gizi tinggi daun kelor dan manfaatnya dalam mencegah stunting pada anak. Sebagai bentuk implementasi langsung, mahasiswa juga membagikan snack bar berbahan dasar daun kelor kepada peserta Posyandu.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, kasus stunting di Desa Bontomangape dapat terus menurun dan akhirnya mencapai target 0%,” ujar Stella Anatasya.
Kegiatan Posyandu ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara kader Posyandu, mahasiswa KKN, dan masyarakat setempat, acara ini berhasil tidak hanya dalam melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin tetapi juga dalam menerapkan inovasi seperti pencegahan stunting dengan daun kelor.
Upaya ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan anak secara holistik, serta memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dan perawatan kesehatan. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan partisipatif, kegiatan ini menjadi model sukses yang dapat direplikasi untuk mendukung program kesehatan serupa di daerah lain.
Laporan: Akbar Pelayati






