BANTAENG, SUARATERKININEWS.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan 75 telah mengadakan sosialisasi mengenai program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) di Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Pada Rabu 14/8/2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di wilayah tersebut. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan obat yang benar dan aman sesuai dengan prinsip-prinsip DAGUSIBU.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mendalam mengenai cara mendapatkan obat yang legal dan aman, cara penggunaan obat yang tepat sesuai dosis, cara menyimpan obat agar tidak rusak, serta cara membuang obat yang sudah tidak digunakan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga Kelurahan Ereng-Ereng, yang antusias dalam sosialisasi serta aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan bijak dalam mengelola obat-obatan serta menghindari dampak negatif yang mungkin timbul akibat penggunaan obat yang tidak sesuai.
Koordinator Kelurahan KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 75, Pikri Haikal, mengungkapkan harapannya agar program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Kelurahan Ereng-Ereng.
“Semoga kegiatan yang kami laksanakan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas kesehatan di Kelurahan Ereng-Ereng,” ujar Pikri.
Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian leaflet DAGUSIBU kepada para peserta sebagai bahan referensi lebih lanjut. Mahasiswa KKN juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip-prinsip yang telah disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat dapat meningkat, sehingga mereka bisa menjadi lebih cerdas dalam menggunakan obat-obatan secara aman dan efektif.
Laporan: Akbar Pelayati






