Makassar, Suara Terkini News — Dugaan penyimpangan proyek di Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2024 senilai Rp87 Miliar mendapat sorotan dari berbagai kalangan mahasiswa. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Koorkom) UNM, Ihwal Anhar, angkat bicara terkait isu yang belakangan mencuat.
Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan penggelembungan anggaran tersebut tersebar di beberapa fakultas di UNM. Ihwal Anhar, yang akrab disapa Jhoker, menilai kasus ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai akademis dan moralitas kampus.
“Saya sangat menyayangkan dugaan penyimpangan proyek yang diungkapkan LBH Jakarta. Totalnya mencapai Rp87 miliar, tersebar di beberapa fakultas. UNM sebagai institusi pendidikan seharusnya menjaga marwah akademis, bukan menjadi ladang permainan oknum tak bertanggung jawab,” ujar Jhoker, Kamis, (7/3).
Menurut Jhoker, indikasi penyimpangan ini mencederai citra kampus dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
“HMI Koorkom UNM akan terus mengawal setiap dugaan ketimpangan yang terjadi, terutama di internal kampus. Kami tidak akan tinggal diam melihat praktik-praktik yang merusak citra UNM,” tegasnya.
Sebelumnya, laporan yang beredar menyebutkan dugaan penggelembungan anggaran dan ketidakpatuhan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terhadap standar sertifikasi yang dipersyaratkan. Jhoker menduga ada praktik kolektif yang melibatkan sejumlah pihak untuk meraup keuntungan pribadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Negeri Makassar belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
(*)






