BARRU, SUARA TERKINI NEWS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Departemen Kimia FMIPA Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan pengolahan limbah rajungan bagi Kelompok Nelayan Mappedeceng di Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan nelayan dalam mengolah limbah rajungan menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan, melalui kolaborasi antara dosen Unhas dan dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (Polipangkep).
Tim PKM Unhas dipimpin oleh Prof. Dr. Hasnah Natsir, M.Si., dengan anggota dosen lintas keahlian serta didampingi delapan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, yakni Husnul Khotimah (S1), Ivana Bolu Warani (S1), Mutiara Hikmah (S1), Gita (S2), Andi Besse Khairunnisa (S2), Emiliana Sandalayuk (S2), Fitria Azis (S2), dan Anita (S3), serta satu alumni Pascasarjana, Wahyuddin Rauf, S.Si., M.Si.
Dalam pelatihan ini, warga diajarkan mengolah limbah rajungan menjadi tiga produk bernilai jual:
- Kitosan dari limbah cangkang rajungan sebagai pengawet alami.
- Saus crabs dari kuah rebusan rajungan.
- Kaldu bubuk dari limbah dalam rajungan untuk penambah rasa masakan.
Prof. Hasnah berharap, pelatihan ini dapat membantu warga meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan limbah rajungan menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ketua Kelompok Nelayan Mappedeceng, Hj. Sunarti, mengapresiasi kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Semoga pelatihan ini membawa manfaat besar bagi kami dan lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa peserta, Husnul Khotimah, mengaku mendapatkan pengalaman berharga.
“Saya belajar banyak, bukan hanya penerapan ilmu di lapangan, tapi juga cara berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat. Antusiasme warga membuat kegiatan ini semakin menyenangkan,” ungkapnya.
Dari pihak Polipangkep, Ir. Muhammad Nadir, M.Si., menambahkan bahwa inovasi pengolahan limbah rajungan perlu terus digalakkan.
“Teknik penangkapan rajungan memang sudah sering diperkenalkan, tetapi pengolahan limbahnya menjadi produk bermanfaat masih harus ditingkatkan agar tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Lasitae dapat menjadi salah satu contoh sukses pengolahan limbah rajungan menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir.






