PINRANG, SUARA TERKINI NEWS– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program inovasi pengelolaan sampah plastik di Desa Wattang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Selasa (25/7). Program ini mengusung gagasan rekayasa paving block berbahan dasar limbah plastik rumah tangga.
Kegiatan yang dipimpin oleh Muh. Sofyan selaku penanggung jawab utama tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Wattang Pulu. Sejak lama, permasalahan sampah plastik menjadi tantangan lingkungan yang cukup serius di wilayah tersebut.
Acara dimulai dengan sambutan dari pemerintah desa yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T. Menurut pemerintah desa, hadirnya program ini membawa harapan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan sampah plastik yang biasanya hanya menjadi tumpukan tak bernilai.
Inovasi paving block berbahan plastik dianggap sebagai terobosan kreatif yang bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomis. Prosesnya melibatkan pencacahan limbah plastik, pencampuran dengan material pendukung, lalu dicetak menjadi paving block yang dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi sederhana.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi volume sampah plastik di desa. Selain itu, hasil inovasi ini bisa menjadi produk alternatif bagi masyarakat dalam membangun sarana jalan maupun halaman rumah.
Muh. Sofyan selaku penanggung jawab menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan percontohan. Mahasiswa KKN-T juga akan melakukan pendampingan kepada masyarakat agar mampu memproduksi paving block secara mandiri.
“Harapan kami, setelah KKN berakhir, warga bisa melanjutkan inovasi ini sebagai bagian dari aktivitas produktif sehari-hari,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa KKN-T juga mengajak masyarakat secara langsung untuk terlibat dalam proses pembuatan paving block. Keterlibatan ini bertujuan menumbuhkan rasa kepemilikan dan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
Bagi pemerintah desa, program ini bukan hanya sekadar proyek akademik mahasiswa, tetapi juga sebuah langkah nyata dalam mengatasi problem lingkungan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal.
Melalui inovasi ini, Desa Wattang Pulu diharapkan bisa menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, khususnya di Kabupaten Pinrang. Ke depan, jika program ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan desa tersebut dapat mengembangkan usaha kecil berbasis produk paving block ramah lingkungan.
Partisipasi aktif mahasiswa, dukungan pemerintah desa, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Sinergi ini memperlihatkan bahwa solusi lingkungan bisa lahir dari ide sederhana, namun memiliki dampak yang luas.
Dengan berakhirnya kegiatan pada hari itu, mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 114 meninggalkan pesan penting bagi warga Desa Wattang Pulu: menjaga lingkungan tidak hanya sebatas wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah konkret dan inovatif.






