LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM Api perjuangan di Tanah Luwu seakan tak pernah padam. Setelah sebelumnya nyala perlawanan dipadamkan aparat di sejumlah titik, api itu kembali menyala sebagai simbol keteguhan sikap masyarakat yang terus menyuarakan masyarakat luwu raya. Perjuangan ini menjadi penanda bahwa tuntutan rakyat Luwu Raya belum surut dan padam, meski dihadapkan pada berbagai tekanan.
Api perjuangan tersebut kembali dinyalakan di Jembatan Perbatasan Luwu timur–Luwu Utara. Aksi yang dimulai sejak sore hari itu menjadi pusat konsentrasi massa dan menyebabkan kemacetan panjang di jalur penghubung dua kabupaten tersebut. Arus kendaraan terpantau melambat dan mengular di kedua arah.
Meski berdampak pada lalu lintas, aksi berlangsung dalam suasana kondusif dan aman. Massa aksi bergerak teratur di bawah arahan Jenderal Lapangan Iksar selaku Ketua HAM-LUTIM , didampingi Ardi sebagai Wakil Jenderal Lapangan. Keduanya secara aktif mengimbau peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan provokatif.
Ambulance dan mobil tangki Melintasi Kerumunan Massa
Sepanjang aksi berlangsung, tidak terlihat adanya tindakan anarkisme. Massa menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Aparat dan peserta aksi terpantau saling menjaga jarak sehingga situasi tetap terkendali.
Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, kendaraan vital tetap diberikan akses melintas. Mobil logistik, pengangkut BBM dan LPG, ambulans, serta warga yang hendak melayat dipersilakan melintas di tengah aksi. Hal ini menegaskan bahwa perjuangan yang dikobarkan tidak mengabaikan kepentingan dan keselamatan masyarakat luas.
Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat yang ada di perbatasan, masyarakat secara bersama-sama turut andil dan memberikan dukungan penuh terhadap gerakan Masyarakat luwu timur dalam memperjuangkan pemekaran provinsi Luwu raya.
Massa aksi menutup penuh jalan trans Sulawesi sebagai tekanan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar segara merealisasikan pemekaran provinsi Luwu raya. Mereka menegaskan gerakan ini murni lahir dari aspirasi masyarakat.
“Kami tegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari hati nurani dan kami bergerak bersama seluruh elemen masyarakat, serta gerakan ini akan terus berlanjut sampainya presiden prabowo merekomendasikan untuk pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya, karnah kami menilai bahwa jalan untuk kesejahteraan masyarakat luwu raya dengan memekarkan Luwu raya menjadi DOB ProvinsiProvinsi, “tegas Rishariyadi(Iksar) sebagai Jendral lapangan (JENLAP) aksi”.
Massa aksi berharap bahwa pemerintah pusat segera memekarkan Provinsi Luwu Raya.






