Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Kampus UINAM Berlangsung Ricuh dengan Pihak Keamanan

MAKASSAR, SUARATERKININEWS.COM- Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan kelompoknya sebagai Aliansi Mahasiswa UINAM Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Rektorat UIN Alauddin Makassar (UINAM), pada Selasa (4/6/2024).

Para mahasiswa menggelar demonstrasi karena mereka percaya bahwa kampus seharusnya menjadi penjaga terakhir dalam menjaga demokrasi. Namun, mereka merasa bahwa saat ini kampus justru gagal menyediakan ruang untuk menyampaikan pendapat dan kebebasan berekspresi sesuai dengan semangat reformasi.

Mahasiswa juga mengungkapkan bahwa sifat anti-demokrasi kampus tersebut terbukti melalui keputusan yang diambil oleh pihak kampus secara sepihak, tanpa melibatkan mahasiswa atau lembaga yang mewakili kepentingan mahasiswa secara menyeluruh.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Aliansi Mahasiswa UINAM menggugat dan mendesak pimpinan kampus untuk segera menyelesaikan masalah yang ada di lingkup kampus UIN Alauddin Makassar.

Para mahasiswa dalam aksi unjuk rasa tersebut menyampaikan beberapa tuntutan inti, antara lain: mewujudkan demokratisasi di lingkungan kampus, menghentikan represifitas dan intimidasi terhadap mahasiswa, mengaktifkan kegiatan malam, meninjau kembali penerapan kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka, menyelidiki kasus kekerasan seksual di dalam kampus, menyelesaikan masalah UKT yang salah sasaran, menolak wacana peralihan status kampus dari PTKIN BLU menjadi PTKIN BH, dan menolak Permendikbud nomor 2 tahun 2024 tentang SSBOPT.

F, salah satu, massa aksi, mengungkapkan bahwa unjuk rasa tersebut pada awalnya berjalan dengan damai, namun pada pertengahan aksi para mahasiswa memanas dan berujung bentrokan dengan pihak keamanan kampus.

“Security atau pihak keamanan kampus langsung kek mau memukul pada saat teman-teman menyampaikan orasinya, terus terpancing semua mi teman-teman yang lain”, Ungkap F kepada Suararaterkininews.com pada Selasa (4/6/2024).

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan dengan diskusi antara mahasiswa dengan pihak kampus.

Reporter: Akbar Pelayati