Maros, Suaraterkininews.com – Kepedulian terhadap lingkungan tak boleh berhenti pada seremonial belaka. Masih banyak garis pantai yang merindukan sentuhan hijau hutan mangrove. Masih banyak komunitas yang butuh dukungan nyata. Setiap individu—apa pun latar belakang dan profesinya—mempunyai peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Langkah kecil dapat dimulai dari hal sederhana: ikut dalam penanaman mangrove, mendukung produk ramah lingkungan, atau menyebarkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir. “Lingkungan yang sehat adalah warisan terbesar yang bisa kita berikan kepada generasi mendatang,” ujar Muh Nur Hidayat A dari HMJ Fisika UIN Alauddin Makassar.
Sabtu pagi, 10 ribu pohon mangrove ditanam secara serentak di kawasan pesisir Binanga Sangkara, Maros, Sulawesi Selatan. Aksi ini digagas dalam rangka kampanye Aksi Muda Jaga Iklim, yang melibatkan berbagai komunitas dan organisasi lingkungan di wilayah tersebut.
Menurut Ibnu Hajar, anggota Korps Pengader, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kerusakan ekosistem yang kian nyata di depan mata. “Hari ini adalah langkah kecil kami. Bencana alam kerap kali berakar dari ulah manusia sendiri. Maka, menjaga alam berarti menjaga diri,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan tambang di Raja Ampat. “Itu adalah bukti bahwa ketidakpedulian bisa berujung pada kehancuran alam yang kita cintai,” tambahnya.
Melalui kegiatan bertajuk “Berkolaborasi Menjaga Pesisir Sulawesi Selatan: Jaga Mangrove, Jaga Kehidupan”, para relawan ingin menegaskan bahwa hutan mangrove yang lebat hari ini adalah buah dari kepedulian kemarin. Dan masa depan yang berkelanjutan adalah hasil dari kepedulian hari ini.
Laporan : Abrar Husairi






