Dorong Kemandirian Energi Desa: Tim DEB Unhas Salurkan Teknologi Energi Terbarukan ke Warga Desa Bontomanai, Takalar

TAKALAR, SUARATERKININEWS.COM- Minggu, 3 Agustus 2025 – Tim Desa Energi Berdikari (DEB) dari Universitas Hasanuddin mengambil langkah nyata dalam mendorong transisi engeri. Dukungan penuh dari Pertamina Foundation untuk tim DEB menyalurkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pompa listrik kepada masyarakat Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.

Teknologi yang diberikan mengadopsi pendekatan agrivoltaic, yakni integrasi antara pemanfaatan energi surya dan kegiatan pertanian. Sistem ini dirancang untuk menjawab permasalahan pengairan lahan jagung yang luasnya mencapai lebih dari 20 hektar. Melalui sistem irigasi sprinkler yang terhubung dengan pompa listrik, proses distribusi air menjadi lebih hemat energi dan mampu diandalkan, khususnya di musim kemarau.

Kegiatan musyawarah dan penyerahan teknologi berlangsung di Kantor Desa Bontomanai, dengan dihadiri berbagai pihak. Turut hadir antara lain, Nurhayati, S.P. (Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Takalar), Burhan Kadir, S.S., M.A. (Kepala Subdirektorat Penyiapan Karir Unhas), dan Agussalim, S.Hut., M.Si. (dosen pembimbing tim DEB). Kehadiran Kepala Desa Bontomanai, Muhammad Aris, S.Sos., kelompok tani Balangjaya, Karang Taruna, serta masyarakat setempat turut memberi dukungan positif terhadap inisiatif ini.

Kepala Desa Bontomanai menyambut hangat dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Masyarakat Desa Bontomanai akan sangat terbantu dalam pengurangan biaya penggunaan pompa untuk pengairan lahan mereka, semoga program ini dapat berkembang dan merambah kelompok tani lainnya” ucapnya.

Fajar Hidayat, selaku koordinator tim DEB, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan telah melalui tahap pengujian dan telah siap digunakan oleh petani secara langsung. Ia menyebut keunggulan utama sistem ini adalah efisiensi energi, minimnya ketergantungan pada bahan bakar diesel, serta kemampuan distribusi air yang merata.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim DEB juga membentuk Kelompok Energi Baru Terbarukan (EBT) Desa Bontomanai yang bertugas mengelola operasional dan perawatan teknologi ini secara berkelanjutan. Tak hanya itu, buku panduan operasional PLTS turut diserahkan agar masyarakat dapat mengoperasikan sistem secara mandiri tanpa ketergantungan pihak luar.

Kegiatan diakhiri dengan pemaparan teknis, diskusi bersama warga, penyerahan resmi perangkat teknologi, serta penandatanganan berita acara serah terima.

Dengan terpasangnya sistem ini, Desa Bontomanai berpotensi menjadi model desa mandiri energi yang adaptif terhadap krisis iklim dan tantangan pembangunan desa. Ke depan, diharapkan langkah ini mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Selatan maupun di berbagai wilayah Indonesia.

Penulis : Namira Binti Kasim