Jejak Gelar Diskusi Kerakyatan, Menavigasi Arah Indonesia

MAKASSAR, SUARA TERKINI NEWS – Gelombang protes di jalanan, kerusuhan yang tak terelakkan, hingga riuhnya suara di dunia digital menjadi potret nyata carut-marutnya tata kelola negara. Kekecewaan rakyat semakin menumpuk, ditujukan pada eksekutif yang gagal menunaikan janji, legislatif yang kian jauh dari fungsi pengawasan, serta aparat yang kerap menjadi senjata untuk berbenturan dengan rakyat.

Menyikapi kondisi ini, Senat Mahasiswa UIN Alauddin Makassar bersama Jelajah Jarak (Jejak) menggelar kegiatan Dialog Kerakyatan dengan tema: “Meneropong Arah Indonesia: Membaca Kekecewaan Rakyat terhadap Pemerintah dan Lembaga Negara
Dialog ini dihadirkan sebagai ruang refleksi bersama, untuk mengevaluasi sekaligus menakar ulang arah bangsa. Bukan dengan emosi sesaat, tetapi melalui pikiran yang jernih, gagasan yang berlandaskan kemanusiaan, dan keberanian merakit perubahan.

“Kita menginginkan Indonesia yang lebih baik, di mana rakyatnya sejahtera, berpendidikan, damai, dan merdeka seratus persen. Itu hanya dapat tercipta melalui tangan-tangan kita bersama,” tegas ardika panitia pelaksana.

Ketua Umum Jejak, Muh. Reski, menegaskan bahwa dialog ini juga penting untuk menyusun langkah perjuangan ke depan.

“Kami mendorong terselenggaranya dialog
ini bukan sekadar untuk merespon kegaduhan politik dan gelombang kekecewaan rakyat yang meluas, tetapi untuk memformulasikan rute perjuangan selanjutnya. Kami percaya, kemenangan sejati hanya akan kembali ketika ia berada di tangan rakyat. Karena itu, dialog kerakyatan ini adalah bagian dari ikhtiar kolektif untuk menata ulang arah perjuangan, agar keberpihakan terhadap rakyat bukan hanya slogan, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi pijakan bersama bagi mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil untuk menyalakan ruang-ruang diskursus yang mampu merumuskan permasalahan utama dan memetakan arah juang kedepan.juga menjadi alarm Bahwa kekecewaan rakyat ini harus menjadi momentum para elit politik untuk bertobat dan kembali mengedepankan kepentingan rakyat.

Kegiatan tersebut terselenggara pada tanggal 9 September di aula febi UIN Alauddin Makassar dengan jumlah peserta 150 orang dari beragam lembaga, Serikat dan organisasi.


Report: Idil Akbar Ansar