JKM LTI Kritik Hasil Uji Lab PT Vale: Tidak Representatif, Publik Butuh Transparansi

LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM-, 14 September 2025 – Ketua Jaringan Komunikasi Lingkar Tambang Indonesia (JKM LTI), Amrullah, menyampaikan kritik tajam atas hasil uji kualitas air yang dirilis pasca kebocoran pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Menurutnya, hasil uji tersebut tidak representatif dan tidak bisa dijadikan indikator menyeluruh kualitas air Danau Towuti.

“Yang diuji hanya air dari titik sumber air masyarakat di Danau Towuti. Itu hanya menggambarkan kondisi di titik tersebut, bukan seluruh danau. Apalagi pasca oil spill, semestinya pengujian dilakukan rutin (time series), bukan sekali saja. Selain itu, harus jelas unsur apa saja yang dianalisis, agar publik paham parameter mana yang terdampak,” tegas Amrullah.

Catatan Kritis JKM LTI

A. Lokasi dan Representasi Sampel
Uji laboratorium yang dipublikasikan PT Vale masih jauh dari keterwakilan. Danau Towuti sangat luas, sementara tumpahan minyak dari pipa diketahui melewati tiga sungai yang membentang hingga ke lahan masyarakat. “Sebaran sampel harus jelas, titiknya di mana, berapa jumlahnya, dan apakah mewakili karakter tiap lokasi. Kalau tidak, hasilnya sangat lemah,” jelas Amrullah.

B. Metodologi yang Belum Jelas
JKM LTI juga menyoroti metode pengambilan sampel yang hanya fokus pada kualitas air. Padahal, dampak oil spill semestinya diuji pada air, tanah, udara, serta aspek biologi (bioindikator). “Kalau hanya air, dampak di sektor lain jadi terabaikan. Padahal pencemaran minyak memengaruhi banyak ekosistem sekaligus,” ujarnya.

C. Dampak Multisektor
Menurut JKM, dampak kebocoran pipa tidak hanya soal lingkungan, tapi juga ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat. Nelayan berhenti melaut, lahan pertanian terpapar, hingga masyarakat khawatir mengonsumsi air. “Ini tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegasnya.

D. Jenis Minyak yang Tumpah
Amrullah juga mengingatkan bahwa minyak yang tumpah diduga jenis HSFO (High Sulfur Fuel Oil) yang termasuk kategori konsentrasi tinggi. “Ini sangat berbahaya. Harus ada penanganan serius, transparan, dan melibatkan semua komponen masyarakat, bukan hanya perusahaan,” tambahnya.

Sikap JKM LTI

Amrullah menegaskan bahwa JKM bersama jaringan aktivis lingkungan akan segera turun melakukan audit lingkungan independen bersama para pegiat lingkungan di Luwu Timur.

“Kami menyerukan perjuangan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Orang yang membela lingkungan tidak boleh dikriminalisasi, baik pidana maupun perdata. Ini amanat konstitusi sekaligus moralitas publik,” tutup Amrullah.