MAROS, SUARATERKININEWS.COM,- Sabtu 08 November 2025 – Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) Kabupaten Maros resmi dilantik sebagai pengurus baru periode 2025–2029 dalam suasana penuh khidmat di Gedung Baruga A, Kantor Bupati Maros, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan yang mengangkat tema “Meneguhkan Peran FSPBI Maros sebagai Pilar Kesejahteraan dan Keadilan Rakyat Pekerja” ini menjadi simbol kebangkitan semangat baru kaum pekerja di Kabupaten Maros dalam memperjuangkan hak-hak sosial dan kesejahteraan tenaga kerja.
Kehadiran Unsur Pemerintah dan Beragam Elemen Masyarakat
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan lembaga masyarakat. Hadir Bupati Maros, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 1422, Kasatpol PP, Kadis Disnakertrans, Kadis Lingkungan Hidup, serta pimpinan organisasi lintas sektor, mahasiswa, LSM, ormas, dan komunitas masyarakat.
Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan dukungan dan perhatian yang luas terhadap peran FSPBI sebagai mitra sosial dalam memperkuat sistem ketenagakerjaan yang adil dan berkeadaban di Kabupaten Maros.
Suasana acara semakin bermakna dengan ditampilkannya tradisi Angngaru dan tarian Paduppa, dua simbol adat Bugis-Makassar yang menggambarkan semangat penghormatan, keberanian, dan kehormatan perjuangan.
Muh. Alwi: Momen Pelantikan Jadi Ruang Penguatan dan Silaturahmi
Ketua Panitia Pelantikan, Muh. Alwi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Pelantikan ini bukan hanya ajang seremonial, tapi juga ruang penguatan dan silaturahmi antar unsur. Kita ingin memperkuat komunikasi lintas sektor untuk meneguhkan kolaborasi, terutama dalam mengurai berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah,” ungkap Muh. Alwi dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama bagi FSPBI Maros dalam mengawal isu-isu buruh agar tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai perjuangan kemanusiaan dan moral sosial.
“Kita ingin agar perjuangan buruh di Maros tumbuh dalam semangat dialog, gotong royong, dan tanggung jawab bersama, bukan konfrontasi,” lanjutnya.
Meneguhkan Nilai-Nilai Perjuangan dan Kemanusiaan
Di akhir acara, Muh. Alwi mengingatkan kembali esensi perjuangan buruh yang melampaui batas materi.
“Perjuangan buruh bukan hanya tentang upah dan jam kerja. Ini tentang harga diri manusia, tentang bagaimana keringat yang menetes di pabrik, di gudang, di lapangan, bahkan di meja administrasi — diakui, dihargai, dan diberi tempat yang layak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Simbol Awal dari Arah Baru Gerakan Buruh Maros
Pelantikan FSPBI Maros periode 2025–2029 ini menandai arah baru gerakan pekerja di Kabupaten Maros yang menempatkan nilai solidaritas, persaudaraan, dan kolaborasi sebagai fondasi perjuangan.
FSPBI Maros diharapkan terus menjadi pilar penegak keadilan dan kesejahteraan rakyat pekerja, sekaligus mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan manusiawi di Bumi Butta Salewangang.






