PINRANG, SUARATERKININEWS.COM- Pada Kamis, 7 Agustus 2025, bertempat di Desa Wattang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, telah dilaksanakan Program Kerja Peningkatan Literasi Keuangan Digital melalui QRIS oleh Mahasiswa KKN-T Gelombang 114 Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital yang cepat, aman, dan praktis, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum.
Peserta kegiatan terdiri dari warga Desa Wattang Pulu, khususnya pelaku usaha kecil, pedagang, dan pemuda desa yang ingin memanfaatkan teknologi digital untuk transaksi keuangan. Kegiatan ini menjadi penting karena mendukung transformasi digital di sektor ekonomi pedesaan, sejalan dengan program nasional percepatan digitalisasi pembayaran.
Pelaksanaan program dipimpin oleh Ahmad Ghaniyul Fiqih R., mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Hasanuddin, yang menjadi koordinator kegiatan. Dalam pelaksanaannya, ia dibantu oleh seluruh peserta KKN Posko Desa Wattang Pulu, yaitu Muh Sofyan, Izza Ahmad Shafwan, Inayah Faizah Ridwan, Riska, Fauziah Ananda T., dan Andi Risdayanti yang berperan aktif mulai dari persiapan, pembuatan, hingga pendampingan peserta saat praktik penggunaan QRIS.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan QRIS, manfaatnya bagi pelaku usaha dan konsumen, cara mendaftar dan mengaktifkan QRIS, serta langkah-langkah penggunaannya untuk transaksi. Peserta juga diberikan simulasi langsung, mulai dari proses pemindaian kode hingga konfirmasi pembayaran, sehingga mereka benar-benar memahami dan mampu mempraktikkannya.
Sebagai bagian dari kelancaran program, kegiatan ini juga didukung melalui kolaborasi dengan pihak Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pinrang, yang turut memfasilitasi proses pembuatan akun QRIS bagi pelaku UMKM Desa Wattang Pulu. Pihak BNI menghadirkan tim layanan khusus yang membantu langsung proses registrasi, verifikasi data, hingga aktivasi akun QRIS peserta. Melalui kerja sama ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis, tetapi juga dapat segera memiliki QRIS yang siap digunakan untuk transaksi, sehingga manfaat dari pelatihan dapat langsung dirasakan dan diimplementasikan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Sebagai bentuk hilirisasi program kerja, dilakukan penyerahan Buku Panduan QRIS kepada pemerintah desa. Buku panduan ini berisi informasi lengkap tentang pembuatan akun QRIS, tips keamanan bertransaksi, dan strategi meningkatkan penjualan dengan pembayaran digital. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh aparat desa kepada perwakilan pelaku UMKM, menandakan komitmen untuk melanjutkan pemanfaatan QRIS di Desa Wattang Pulu.
Kegiatan ini diakhiri dengan pesan dari tim KKN-T 114 Universitas Hasanuddin bahwa literasi keuangan digital adalah langkah penting menuju desa yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Wattang Pulu dapat menjadi contoh penerapan pembayaran digital di wilayah pedesaan yang efektif, aman, dan berkelanjutan.






