Makassar – Akbar Pelayati, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) asal Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, berhasil menerbitkan buku berjudul “Filsafat Galau,” yang kini tengah menarik perhatian para pembaca di berbagai kalangan. Senin, (13/1/2025).
Buku ini menawarkan sudut pandang segar tentang kehidupan mahasiswa, khususnya mereka yang menggeluti dunia filsafat, yang sering kali dihantui oleh kebimbangan, kegelisahan, dan pencarian makna dalam hidup.
“Filsafat Galau” bukanlah buku filsafat yang kaku dan penuh teori berat. Sebaliknya, Akbar Pelayati menyuguhkan karya yang ringan namun cerdas, penuh humor, dan tentunya menggugah pembaca untuk merenung lebih dalam tentang perjalanan intelektual dan emosional yang dialami oleh mahasiswa. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini menggambarkan pergulatan batin para mahasiswa filsafat dalam menghadapi kompleksitas kehidupan sehari-hari—dari tugas kuliah yang menumpuk, relasi sosial yang penuh dinamika, hingga pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang sering muncul di tengah kehidupan mereka.
Melalui kisah-kisah reflektif yang kadang diselingi dengan humor, Akbar berhasil membawa pembaca menyelami dunia batin seorang mahasiswa filsafat yang tidak hanya bergulat dengan teori-teori besar, tetapi juga dengan kebimbangan yang datang dari kehidupan sehari-hari. Pembaca diajak untuk merenung, tertawa, dan pada akhirnya menemukan kedamaian dalam menghadapi keraguan dan kebingungannya sendiri.
Buku ini, menurut beberapa pengamat, sangat relevan dengan kondisi mahasiswa di era modern yang sering merasa tertekan oleh tuntutan akademik, sosial, dan pribadi. “Filsafat Galau” hadir sebagai cerminan kehidupan yang sering kali penuh dengan dilema dan kebingungan, namun tetap memberikan ruang bagi humor dan refleksi diri untuk mencari keseimbangan dalam kehidupan.
Akbar Pelayati berharap bukunya ini bisa menjadi inspirasi bagi para mahasiswa dan pembaca lainnya untuk lebih menerima kenyataan hidup yang penuh ketidakpastian, dan bagaimana cara menghadapinya dengan cara yang bijak dan penuh makna.
“Buku ini tidak hanya untuk mahasiswa filsafat, tetapi untuk siapa saja yang sedang mencari arti dalam kehidupan,” ujar Akbar dalam peluncuran buku tersebut.
Bagi Anda yang penasaran dengan perjalanan intelektual dan emosional mahasiswa filsafat, “Filsafat Galau” layak menjadi bacaan yang tak hanya mendalam tetapi juga menyegarkan. Buku ini kini sudah tersedia di berbagai toko buku dan platform daring, siap menemani para pembaca dalam menggali makna kehidupan dengan cara yang penuh tawa dan refleksi.
Laporan: Abrar Husairi






