Mahasiswa KKN Kebangsaan Gelar Sosialisasi QRIS untuk UMKM dan Warga Desa Leang-Leang

MAROS, SUARATERKININEWS.COM- Nurun Nisa Anggraini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2025 dari Universitas Nurul Huda, menggelar sosialisasi sekaligus pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM dan warga di Desa Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Maros. Kegiatan yang berlangsung di balai desa itu merupakan bagian dari program kerja individu yang mengusung tema digitalisasi ekonomi pedesaan.

Sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi, Nurun Nisa mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS sebagai alat pembayaran digital yang terintegrasi. Dalam kegiatan tersebut, ia menggandeng perwakilan bank lokal dan penyedia jasa sistem pembayaran (PJP) untuk memfasilitasi pembuatan QRIS secara langsung bagi warga.

“QRIS adalah langkah awal untuk memperkenalkan sistem transaksi digital yang inklusif dan mudah diakses, terutama bagi pelaku UMKM di desa,” ujar Nurun Nisa dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa keterbatasan akses terhadap sistem pembayaran non-tunai masih menjadi tantangan utama di wilayah pedesaan.

QRIS, sistem yang distandardisasi oleh Bank Indonesia dan ASPI, memungkinkan satu kode QR dapat menerima pembayaran dari berbagai platform dompet digital seperti OVO, DANA, Gopay, LinkAja, dan ShopeePay. Sosialisasi ini diikuti pelaku UMKM, pemilik warung, ibu rumah tangga, hingga pengelola koperasi.

Tak hanya menyampaikan materi teoritis, Nurun dan tim juga turun langsung ke rumah-rumah pelaku usaha rumahan untuk membantu proses pendaftaran QRIS. Peserta dibimbing melakukan registrasi menggunakan KTP dan dokumen pendukung seperti foto tempat usaha.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat. Sekretaris Lurah Leang-Leang, yang hadir mewakili Lurah, mengapresiasi inisiatif tersebut. “Sosialisasi seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat yang mulai beradaptasi dengan ekosistem digital,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Nurun Nisa berharap semangat digitalisasi dapat tumbuh dari desa, tak melulu dari kota besar. “UMKM desa harus bisa berdaya saing, efisien, dan tanggap terhadap perkembangan teknologi,” kata dia.


Laporan: Akbar Pelayati