MAKASSAR, SUARATERKININEWS.COM- Kelurahan Lakkang merupakan wilayah yang terletak di kecamatan Tallo, Kota Makassar yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya tanaman nipah (Nypa fruticans) yang tumbuh subur di kawasan pesisir dan bantaran sungai. Namun, hingga saat ini pemanfaatan buah nipah oleh masyarakat masih tergolong terbatas dan belum diolah secara optimal. Buah nipah umumnya hanya dibiarkan atau dimanfaatkan secara sederhana, sehingga potensi ekonomis dan nilai gunanya sebagai bahan pangan belum banyak dikenal oleh masyarakat setempat.
Di sisi lain, rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya alam lokal menjadi produk pangan siap konsumsi menjadi salah satu kendala dalam pemanfaatan potensi tersebut. Padahal, buah nipah memiliki peluang untuk diolah menjadi produk minuman seperti sirup yang aman dikonsumsi dan mudah dibuat dengan teknik sederhana. Pemanfaatan buah nipah sebagai produk olahan lokal juga sejalan dengan upaya mendorong kemandirian masyarakat serta penguatan kearifan lokal berbasis sumber daya alam sekitar.

Melihat isu dan masalah tersebut, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin Gelombang 115 mengadakan workshop pembuatan sirup buah nipah yang berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Baruga Balla Ewako Kelurahan Lakkang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan edukasi serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi alam sekitar menjadi produk pangan siap konsumsi yang aman dan bermanfaat.
Workshop ini memanfaatkan buah nipah (Nypa fruticans), tanaman khas kawasan pesisir dan bantaran sungai yang tumbuh melimpah di wilayah Kelurahan Lakkang. Selama ini, buah nipah belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi produk olahan yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Lurah Lakkang, Rio, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop ini menjadi sarana edukatif bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi lokal yang ada di lingkungannya.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mengedukasi warga tentang pemanfaatan sumber daya alam di sekitar kita. Buah nipah yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi produk pangan yang layak konsumsi. Terlebih ini hampir menjelang bulan Ramadan, pembuatan sirup buah nipah ini menjadi salah satu cara yang cocok untuk menghadirkan minuman berbahan lokal bagi masyarakat.” ujarnya.
Babinsa Kelurahan Lakkang, Kamanuddin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan dukungannya. Ia menilai workshop ini tidak hanya bermanfaat dari sisi keterampilan, tetapi juga memperkuat sinergi antara masyarakat, aparat, dan mahasiswa.
“Kegiatan ini memberikan contoh nyata bagaimana potensi wilayah dapat dimanfaatkan dengan cara sederhana dan bermanfaat. Selain itu, workshop seperti ini juga mempererat kebersamaan antara warga dan pihak pendamping.” tuturnya.
Workshop ini diikuti oleh warga Kelurahan Lakkang dengan antusias. Para peserta mendapatkan materi mengenai pemilihan buah nipah yang layak olah, proses pengolahan yang higienis, serta praktik langsung pembuatan sirup nipah secara sederhana.
Salah satu peserta workshop mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Selama ini saya hanya tahu pohon nipah, tapi tidak pernah terpikir kalau buahnya bisa diolah menjadi sirup. Setelah ikut workshop ini, saya jadi tahu caranya dan bisa mencoba membuatnya sendiri untuk konsumsi keluarga.” ungkapnya.
Sementara itu, Shafira Maharani Nirwasita, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin sekaligus pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan buah nipah sebagai produk olahan lokal yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Kami ingin mengenalkan bahwa buah nipah yang banyak tumbuh di Kelurahan Lakkang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk siap konsumsi. Proses pengolahannya cukup sederhana dan bisa dilakukan di rumah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal secara optimal.” ujar Shafira.
Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Lakkang semakin sadar akan potensi sumber daya alam yang dimiliki serta mampu memanfaatkannya secara bijak dan berkelanjutan. Workshop pengolahan buah nipah menjadi sirup ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung pemanfaatan kearifan lokal berbasis sumber daya setempat.






