MAKASSAR, SUARATERKININEWS.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan pembuatan dan penanaman lubang resapan biopori, disertai edukasi penggunaan EM4 dan molase, sebagai upaya meningkatkan pengolahan sampah organik rumah tangga dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di RW 4 Kelurahan Tanjung Mardeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada 24 hingga 26 Januari 2025.

Kegiatan ini secara khusus menyasar RT di wilayah RW 4 sebagai perwakilan warga sekaligus penggerak lingkungan di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Pemilihan sasaran tersebut bertujuan agar pengetahuan dan praktik pengelolaan sampah organik melalui biopori dapat diteruskan dan diterapkan secara bertahap di lingkungan masing-masing RT.
Penanaman biopori dilakukan secara bertahap dan tidak serentak, menyesuaikan kondisi lapangan serta waktu yang tersedia. Selama rentang waktu kegiatan, mahasiswa KKN-T menanam delapan lubang biopori di sejumlah rumah RT yang dinilai memiliki potensi pengolahan sampah organik dan rawan genangan air.
Kegiatan ini diawali dengan proses pembuatan lubang resapan biopori yang dilakukan langsung oleh mahasiswa KKN-T bersama warga. Pada tahap awal, mahasiswa KKN-T membuat lima lubang biopori secara mandiri. Selain itu, salah seorang RT di RW 4 telah terlebih dahulu menyediakan tiga lubang biopori di pekarangan rumahnya, yang kemudian dibantu proses penanamannya oleh mahasiswa, sehingga total terdapat delapan lubang biopori yang ditanam selama rangkaian kegiatan berlangsung. Selain penanaman biopori,

Mahasiswa KKN-T juga membagikan cairan EM4 dan molase kepada seluruh RT di RW 4. Pembagian ini bertujuan untuk mendukung proses penguraian sampah organik di dalam biopori agar dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi warga.
Dalam sesi edukasi, para RT diberikan pemahaman mengenai cara penggunaan EM4 dan molase, teknik perawatan lubang biopori, hingga proses pemanenan pupuk organik. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah organik secara mandiri di lingkungan permukiman.
Salah seorang RT di RW 4 menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Nurhayati, selaku Ketua RT 5 RW 4 Kelurahan Tanjung Mardeka, menyampaikan, “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada adik-adik KKN karena telah membagikan ilmu baru yang dapat berguna bagi kami dan warga Tanjung Mardeka ke depannya,” ujarnya.
Perwakilan panitia kegiatan menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penanaman biopori, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari Kepala Kelurahan Tanjung Mardeka, para RT, serta warga setempat. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara bertahap di wilayah lain sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.






