Kolaka Utara, SUARATERKININEWS.COM – Beberapa waktu lalu, Suaraterkininews.com memberitakan kondisi memprihatinkan mengenai infrastruktur di Puskesmas Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Berita tersebut mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan tersebut mengalami kerusakan signifikan yang berdampak pada kualitas pelayanan. Infrastruktur yang sudah usang dan perawatan yang kurang memadai menjadi isu utama yang perlu segera ditangani untuk memastikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat setempat.
Pemberitaan tersebut mengungkapkan sejumlah masalah serius yang mencakup kerusakan fasilitas dan kurangnya pemeliharaan yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas yang terletak di Kecamatan Porehu.
Menurut hasil investigasi dan temuan lapangan yang diperoleh oleh jurnalis Suaraterkininews.com, kondisi infrastruktur di Puskesmas Porehu sangat memprihatinkan. Temuan tersebut dirilis pada Jumat, 16 Agustus 2024, dan mengungkapkan berbagai kerusakan serta kekurangan yang berdampak serius pada kualitas layanan kesehatan di fasilitas tersebut.
Temuan tersebut meliputi kerusakan plafon, dua toren penyimpanan air yang bocor, keran air yang tidak berfungsi, serta tembok retak, terutama di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Investigasi ini mengindikasikan bahwa pembangunan infrastruktur di Puskesmas Porehu dilakukan secara sembarangan, mengabaikan standar kualitas dan keselamatan yang diperlukan.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan kontraktor dengan nomor 51/KONT/DAK/PPK/VI/2023 tanggal 5 Juni 2023, terungkap fakta mengejutkan mengenai nilai kontrak pembangunan Puskesmas Porehu yang mencapai Rp 5.700.240.480,00. Nilai kontrak yang besar ini memunculkan pertanyaan serius tentang kualitas hasil pembangunan, mengingat kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan saat ini.
Semua permasalahan tersebut memicu kemarahan berbagai elemen organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Kolaka Utara. Mereka menuntut agar pihak-pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur yang rusak di Puskesmas Porehu dan memastikan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.
Asdar, salah satu aktivis mahasiswa Kolaka Utara, mengungkapkan bahwa kondisi yang terjadi di lapangan sudah sangat menyimpang dari regulasi yang berlaku. Menurutnya, ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya kelalaian dalam pelaksanaan pembangunan dan pengawasan yang seharusnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Jumlah dana kontrak Puskesmas Porehu sebesar 5 miliar, sementara kondisi infrastruktur yang ada sangat menyimpang dari regulasi yang semestinya,” ungkap Asdar ketika dihubungi oleh Suaraterkininews.com pada Minggu, 18 Agustus 2024.
Mahasiswa berjanji akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut penanganan terhadap segala bentuk ketidakadilan yang terjadi di Kabupaten Kolaka Utara. Mereka bertekad untuk memperjuangkan perbaikan kondisi infrastruktur dan transparansi dalam penggunaan anggaran pembangunan.
“Kami akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dan membekukan sebagian besar jalanan di Kota Lasusua. Kami juga akan mengundang berbagai elemen organisasi kemahasiswaan untuk memperjuangkan transparansi dan keadilan,” tambah Asdar.
Mahasiswa Kolaka Utara akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam waktu dekat dengan harapan untuk menghadirkan keadilan serta membongkar praktik kongkalikong yang terjadi di tubuh Dinas Kesehatan.
Laporan: Akbar Pelayati






