PINRANG, SUARA TERKINI NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin kembali menghadirkan inovasi ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Wattang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Kali ini, mereka melaksanakan program kerja bertajuk Edukasi Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Tanam Hidroponik Wick System untuk Budidaya Sayuran di Skala Rumah Tangga.
Kegiatan ini dipimpin oleh Fauziah Ananda T., mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Unhas, yang bertindak sebagai koordinator pelaksana. Ia didampingi oleh tim KKN Posko Desa Wattang Pulu, yakni Muh Sofyan, Izza Ahmad Shafwan, Inayah Faizah Ridwan, Riska, Andi Risdayanti, dan Ahmad Ghaniyul Fiqih Ramadhan.
Program bertujuan memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat tentang teknik bercocok tanam tanpa tanah yang ramah lingkungan, memanfaatkan botol plastik bekas untuk mengurangi limbah, sekaligus meningkatkan produksi sayuran sehat di rumah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa botol plastik bekas bisa disulap menjadi media tanam hidroponik sederhana. Selain mengurangi limbah, warga juga bisa menghasilkan sayuran sehat dari pekarangan rumah mereka,” ujar Fauziah Ananda.
Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep hidroponik, keunggulan metode wick system, langkah pembuatan media tanam dari botol bekas, perawatan tanaman, hingga panen. Praktik langsung dilakukan agar peserta lebih mudah memahami setiap tahapan.
Warga yang hadir, mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga pelaku UMKM, tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka belajar membuat media hidroponik dari botol plastik 1,5 liter, menyiapkan larutan nutrisi, hingga menanam bibit sayuran.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa dilakukan di rumah tanpa perlu lahan luas. Kami jadi termotivasi mencoba hidroponik sendiri,” kata salah seorang peserta pelatihan.
Sebagai tindak lanjut, tim KKN menyerahkan Buku Panduan Hidroponik Wick System Skala Rumah Tangga kepada aparat desa dan perwakilan masyarakat. Buku ini memuat informasi lengkap tentang pembuatan, perawatan, hingga manfaat hidroponik bagi keluarga dan lingkungan.
Program ini diakhiri dengan pesan dari tim KKN Unhas bahwa pemanfaatan botol bekas untuk hidroponik bukan hanya solusi pertanian berkelanjutan, tetapi juga langkah nyata menjaga lingkungan dari limbah plastik.






