Kolaka Utara, Suaraterkininews.com – Gelombang kritik muncul dari warganet Kolaka Utara melalui komunitas Facebook “Forum Komentar Kolaka Utara”, menyusul dugaan maraknya penyalahgunaan anggaran dana desa di sejumlah wilayah. Desa Lawata, Watunohu, Sarona, dan Pitulua menjadi deretan nama yang disebut dalam sorotan tajam masyarakat.
Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, warga mempertanyakan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta para pendamping desa yang selama ini digaji untuk melakukan fungsi pengawasan. Mereka menuding fungsi pengawasan itu hanya menjadi formalitas dan tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
“Apakah fungsi BPD dan para pendamping desa yang sudah digaji itu benar-benar berjalan sesuai aturan? Atau hanya sekadar formalitas untuk menutupi kebobrokan pemdesnya?” tulis salah satu akun dalam forum tersebut.
Unggahan itu juga mengajak masyarakat untuk tidak diam terhadap penyimpangan anggaran desa. Forum tersebut dianggap menjadi wadah alternatif bagi warga yang ingin mengungkap kejanggalan, bahkan disarankan untuk menggunakan akun samaran jika khawatir terhadap tekanan sosial atau intimidasi dari aparat desa.
“Kalau ada kejanggalan di desamu, cukup sebut nama desa dan dugaan penyimpangannya. Lebih baik bersuara daripada kesalahan yang merugikan masyarakat terus dibiarkan hanya karena takut atau tidak enak dengan kepala desa,” tulis akun lainnya.
Forum Komentar Kolaka Utara sendiri memang kerap menjadi kanal kritik sosial dan aspirasi publik, terutama terkait penyelenggaraan pemerintahan desa dan kebijakan publik.
Meningkatnya suara kritis dari akar rumput ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum, inspektorat, dan pemerintah daerah untuk turun tangan. Penanganan serius terhadap dugaan penyimpangan dana desa menjadi tuntutan utama, guna memastikan bahwa setiap anggaran negara benar-benar sampai kepada masyarakat dan tidak dikorupsi oleh oknum tak bertanggung jawab.
Laporan: Red






