KENDARI, SUARATERKININEWS.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Kendari melakukan sinergi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Kendari dalam upaya menghadapi pemilihan kepala daerah serentak yang dijadwalkan pada November 2024 mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya HMI MPO untuk memastikan proses pemilihan berlangsung secara transparan dan adil. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan pemilu dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Senin (19/08/2024).
Pertemuan tersebut digelar di kantor Bawaslu Kota Kendari pada pagi hari dan disambut langsung oleh Kepala Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin. Sebelumnya, HMI MPO telah mengajukan surat audiensi untuk memfasilitasi pertemuan ini.
Pertemuan ini bertujuan untuk membangun sinergi dan membahas pilkada 2024 yang akan berlangsung pada November mendatang. Selain itu, pertemuan ini juga berfungsi untuk mempererat silaturahmi antara kader HMI MPO dan Bawaslu Kota Kendari.
Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, La Ode Sapiansya, menyatakan bahwa kedatangan HMI MPO bertujuan untuk meningkatkan inklusivitas dalam kerja sama menghadapi momen pilkada di Kota Kendari.
“Maksud kedatangan kami di sini adalah untuk mempertegas inklusivitas HMI Cabang Kendari dalam kerja-kerja kolaboratif, terutama dalam menghadapi momentum Pilkada di Kota Kendari,” ujar La Ode Sapiansya.
La Ode menjelaskan bahwa langkah sinergi yang dibangun HMI MPO bersama Bawaslu Kota Kendari terkait Pilkada, khususnya di Kota Kendari, merupakan langkah konkrit dalam implementasi partisipasi aktif kaum muda untuk menghadapi tantangan zaman.
“Sebab di era sekarang ini, banyak pemuda yang apatis dan cenderung oportunis-pragmatis ketika dihadapkan dengan politik praktis,” tambahnya.
La Ode berharap bahwa komunikasi yang terbangun antara HMI MPO dan Bawaslu Kota Kendari dapat menjadi solusi dalam memperbaiki kondisi demokrasi di tengah merosotnya perpolitikan. Ia juga berharap agar semua pihak dapat menerjemahkan pendidikan politik di tingkat kota maupun provinsi dengan lebih baik.
“Harapannya, komunikasi yang telah terbangun antara HMI Cabang Kendari dengan Bawaslu Kota Kendari dapat menjadi alternatif solusi dalam memperbaiki kondisi demokrasi di tengah merosotnya kualitas perpolitikan daerah. Masing-masing pihak diharapkan mampu menerjemahkan pendidikan politik yang konstruktif bagi seluruh masyarakat Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara pada umumnya, sebagaimana yang disampaikan oleh Kakanda Sahinuddin, Ketua Bawaslu Kota Kendari. Semoga langkah ini menjadi komitmen bersama yang berkelanjutan,” harapnya.
Senada dengan itu, Agusta, salah satu Kabid pengurus HMI MPO, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan Kepala Bawaslu Kota Kendari terhadap agenda tersebut, yang dianggap sebagai langkah awal dalam sinergi antara HMI MPO dan Bawaslu.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan respons Kepala Bawaslu Kota Kendari yang sangat mendukung agenda kami ke depan. Semoga ikhtiar kami ini menjadi langkah awal sinergi antara kami, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari, dengan Lembaga Bawaslu Kota Kendari,” ungkap Agusta.
Dirinya berharap agar instansi Pemerintah Kota Kendari dapat bersinergi dengan HMI Cabang Kendari dalam beberapa agenda besar yang akan dilaksanakan ke depan. Ia ingin agar mahasiswa tidak hanya menjadi mitra kritis, tetapi juga bisa dijadikan mitra strategis.
Sementara itu, Kepala Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin, mengatakan bahwa pihaknya telah membangun sinergi dengan Cipayung Plus, termasuk HMI. Ia menyebutkan bahwa beberapa kali dirinya diundang ke berbagai acara sebagai bagian dari kolaborasi tersebut.
“Kami dari awal sebenarnya sudah membangun sinergi dengan seluruh OKP yang ada di Kota Kendari, termasuk Cipayung Plus. Terutama dengan HMI, saya beberapa kali diundang sebagai Ketua Bawaslu untuk mengisi acara-acara formal di HMI. Kami berkomitmen untuk terus membangun sinergi dalam menanamkan pendidikan politik sejak dini,” kata Sahinuddin saat ditemui di ruangannya.
Dirinya melihat bahwa kondisi masyarakat dan mahasiswa saat ini cenderung apatis dan pragmatis. Di sisi lain, kaum muda merupakan kelompok pemilih terbanyak, sekitar 60 persen, yang akan sangat berdampak jika mereka memiliki pengetahuan politik yang memadai.
Terakhir, dirinya menyambut baik audiensi dari HMI MPO dan berharap sinergi ini dapat meningkatkan upaya edukasi politik ke depan.
“Saya menyambut baik maksud dari audiensi teman-teman HMI Cabang Kendari untuk lebih sinergi ke depan dalam membangun kerja-kerja kolaboratif. Ini bertujuan untuk memberikan edukasi politik agar demokrasi kita ke depan menjadi lebih baik,” tutupnya.
Laporan: Akbar Pelayati






