BULUKUMBA, SUARATERKININEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar (UINAM) angkatan 75 dari Posko 11 mengadakan sosialisasi dan pembuatan tanaman hidroponik di Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Rabu, (4/9/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Bulolohe mengenai teknik budidaya tanaman hidroponik. Hidroponik adalah metode pertanian yang tidak menggunakan media tanah, melainkan air dan larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, hidroponik juga menggunakan media tanam lain seperti rockwool, arang, dan beberapa media steril ringan lainnya. Sistem ini banyak diminati karena praktis, dapat dilakukan di berbagai tempat, dan tidak memerlukan tanah sebagai media tanam.
Yursil Ramdhani Nugraha, Koordinator Desa Posko 11, menjelaskan bahwa pemilihan hidroponik sebagai program utama bertujuan untuk memperkenalkan teknik budidaya tanaman tanpa tanah kepada masyarakat petani.
Metode ini lebih menyehatkan karena tidak memerlukan pestisida atau bahan kimia lain, serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan cara bertani yang lebih ramah lingkungan.
“Semoga sosialisasi dari Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Posko 11 tentang hidroponik ini dapat memperluas wawasan masyarakat Desa Bulolohe mengenai cara menanam sayuran menggunakan media alternatif selain tanah,” ujar Yursil.
Bapak Cahrir, perwakilan dari BPP Kecamatan Rilau Ale, yang hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa jenis tanaman yang diperkenalkan adalah bibit selada.
Bibit ini sudah memiliki empat helai daun dan siap dipindahkan, sementara dua batang selada lainnya digunakan sebagai contoh untuk menunjukkan hasil penanaman hidroponik.
Beliau menambahkan bahwa hidroponik menawarkan berbagai keuntungan, termasuk tingkat keberhasilan tumbuh dan produksi yang lebih terjamin, perawatan yang praktis, serta minimnya penggunaan pestisida karena jumlah hama yang cenderung sedikit atau bahkan tidak ada. Selain itu, hidroponik tidak memerlukan ruang yang luas dan bebas dari gulma.
Laporan/Reporter: Akbar Pelayati (Biro Makassar)






