KOLAKA UTARA, SUARA TERKINI NEWS– Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912, jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, telah memainkan peran besar dalam dunia pendidikan. Kiprahnya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, tidak dapat diragukan lagi.
Dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, Muhammadiyah telah mendirikan ribuan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, jumlahnya hampir setara dengan yang dikelola pemerintah. Di Kabupaten Kolaka Utara, keberadaan lembaga pendidikan Muhammadiyah turut membantu masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.
Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kolaka Utara menegaskan, hadirnya perguruan tinggi Muhammadiyah di daerah ini merupakan jawaban atas keterbatasan pemerintah dalam menyediakan pendidikan tinggi di wilayah tersebut. “Dengan adanya kampus Muhammadiyah, anak-anak Kolaka Utara yang orang tuanya kurang mampu tidak perlu kuliah ke luar daerah dengan biaya besar. Mereka bisa menempuh pendidikan tinggi di sini, sehingga kualitas sumber daya manusia daerah ini semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan atau hibah dari pemerintah untuk lembaga pendidikan Muhammadiyah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan SDM, bukan sebagai beban anggaran. “Dana itu berasal dari pajak rakyat, dan pendidikan adalah hak rakyat. Hibah ini justru menjadi modal penting untuk keberlanjutan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun di Kolaka Utara,” tegasnya.
Sekretaris PD Muhammadiyah Kolut juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah bukanlah pihak yang mencari kebijakan pemerintah untuk kepentingan pribadi. “Muhammadiyah adalah aset bangsa dengan kontribusi besar sejak awal berdirinya negara ini. Sangat keliru jika ada anggapan bahwa Muhammadiyah melalui lembaga pendidikannya hanya mencari keuntungan dari pemerintah. Kami berharap pemerintah lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan, agar suasana kondusif di daerah ini tetap terjaga,” pungkasnya.






