Pemerhati Lingkungan, Zakkir, Pertanyaakan Pemeliharan Pipa Minyak PT Vale dan Meminta Gakkum KLHK Investigasi Kerusakan Lingkungan

LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM- Kebocoran pipa minyak PT. Vale Indonesia Tbk, mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat di sekitar desa lioka secara khusus dan kecamatan towuti secara umun.

Zakkir sebagai salah satu pemerhati lingkungan meminta kepada Gakkum KLHK untuk melakukan investigasi secara menyeluruh mulai dari sungai hingga danau towuti terkait kerusakan lingkungan yang di akibatkan kebocoran pipa tersebut.

Kami juga mempertanyakan kepada pihak PT. Vale terkait pemeliharan pipa yakni pemeliharaan secara rutin (Preventive Maintenance) maupun pemeliharan secara berkala (periodic Maintenance) apakah benar-benar di lakukan karena kebocoran pipa ini bukan baru pertama terjadi,tahun 2020 silam pernah terjadi walaupun dampaknya kecil.

“hal ini menjadi tanda tanya besar mengingat PT. Vale adalah salah satu perusahaan tambang yang di kenal dengan tingkat safety sangat tinggi”.

Panjang pipa minyak PT. Vale ini sepanjang kurang lebih 60 km yang terbentang dari mangkasa point lampia hingga plant site soroako, apakah pipa sepanjang ini betul-betul di lakukan pemeliharan rutin atau menunggu pipanya bocor baru di perbaiki ?, tanya zakkir.

Kebocoran pipa minyak milik PT Vale, kembali mencoreng wajah perusahaan tambang yang selama ini rajin mengumbar jargon keberlanjutan dan komitmen hijau itu.

Ironisnya, PT Vale yang baru tahun lalu meraih PROPER Emas (2024) dan sebelumnya PROPER Hijau (2023), justru kini berhasil memperlihatkan sawah petani yang tercemar, irigasi minyak hitam pekat mirip oli kotor, dan ancaman petani gagal panen yang bisa berlangsung bertahun-tahun. Ujarnya

“Sebagai informasi, syarat meraih PROPER Hijau dan Emas ini sangat ketat, perusahaan harus mampu mengendalikan pencemaran, mengelola limbah, menghemat energi, menjaga air, hingga menunjukkan tanggung jawab sosial”. Tutup Zakki.