BUTON, SUARATERKININEWS.COM- Kami, DPC GMNI Buton Raya, dengan tegas menyatakan bahwa peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat dilindas mobil Brimob, merupakan bukti nyata kegagalan institusi Polri dalam menjalankan amanat reformasi. Alih-alih menjadi pelindung dan pengayom rakyat, Polri justru menjelma sebagai mesin kekerasan yang arogan, represif, dan anti-rakyat. Darah yang tumpah di jalan raya adalah konsekuensi langsung dari negara yang lebih memilih jalan kekerasan ketimbang keberpihakan pada rakyat.
Bendahara Umum DPC GMNI Buton Raya, **Dhira Adiyatma Jaya**, menegaskan bahwa aparat kepolisian harus bertanggung jawab penuh dan mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Keadilan bagi keluarga korban harus ditegakkan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Kita tidak bisa membiarkan peristiwa semacam ini terus berulang, karena hal tersebut jelas mengancam keselamatan rakyat.
Sebagai mahasiswa, kita berkewajiban menjadi suara bagi mereka yang tidak mampu bersuara, termasuk korban dalam kasus ini. Mahasiswa harus memastikan bahwa kepolisian menjalankan tugasnya secara profesional serta tidak melindungi anggota yang melakukan kesalahan. Ketidakadilan dan ketidaktransparanan dalam proses hukum hanya akan memperburuk luka rakyat dan mengikis kepercayaan publik. Oleh karena itu, mahasiswa wajib mengawal proses penyelidikan hingga kebenaran dan keadilan benar-benar ditegakkan.
Bagi kami, **nyawa rakyat adalah harga mati**. Tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan aparat negara menindas rakyat yang mereka sumpah untuk lindungi. Negara tidak boleh terus-menerus menjadikan rakyat sebagai tumbal atas kelalaian aparat.
Atas dasar itu, GMNI Cabang Buton Raya mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, khususnya gerakan mahasiswa, untuk bersatu menyuarakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta menjadikan peristiwa ini sebagai momentum bersama dalam mendorong reformasi kepolisian yang lebih manusiawi, transparan, dan berpihak pada rakyat.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Persatuan Nasional!






