MAKASSAR, SUARA TERKINI NEWS- Seminar hasil program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 115 Universitas Hasanuddin yang mengangkat tema pemetaan tingkat kerawanan dan sebaran titik banjir di Kelurahan Kapasa Raya digelar di Taman Baca Maruki, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum pemaparan hasil kerja mahasiswa KKN sekaligus ruang diskusi bersama masyarakat terkait persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kapasa Raya, khususnya saat musim hujan.
Pemetaan tingkat kerawanan banjir dipaparkan oleh Muh. Rizky Aditya, mahasiswa Fakultas Kehutanan, yang menyusun peta berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penyusunan peta dilakukan melalui pengolahan data spasial yang didukung observasi lapangan secara langsung, baik saat hujan berlangsung maupun setelah hujan reda.
“Observasi dilakukan untuk melihat kondisi genangan, aliran air, serta titik-titik rawan banjir di lingkungan warga,” jelas Rizky dalam pemaparannya.
Selain observasi lapangan, pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara mendalam dengan warga, Ketua RW dan RT, serta tokoh masyarakat. Wawancara tersebut bertujuan menggali informasi mengenai frekuensi banjir, lama genangan, dan faktor penyebab yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kelurahan Kapasa Raya berada pada kategori rawan hingga sangat rawan banjir. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi, topografi wilayah yang relatif datar, jenis tanah dengan daya resap rendah, serta penggunaan lahan yang didominasi oleh permukiman, tambak, dan sawah.
Seminar ini dihadiri oleh pihak kelurahan, para Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok terkait. Dalam sesi diskusi, sejumlah Ketua RW dan RT menyampaikan bahwa hasil pemetaan tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Genangan masih sering terjadi saat hujan deras, terutama karena saluran drainase yang belum optimal dan penumpukan sampah di beberapa titik lingkungan,” ungkap salah satu Ketua RW dalam forum diskusi.
Melalui pemaparan dan diskusi bersama tersebut, para peserta memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai tingkat kerawanan banjir di Kelurahan Kapasa Raya, baik berdasarkan analisis teknis hasil pemetaan maupun pengalaman langsung warga.
Pemahaman bersama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pihak kelurahan, RW, RT, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait dalam merumuskan langkah penanganan serta upaya mitigasi banjir yang lebih terarah dan sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.






