DPRD Lutim RDP, PT Vale Indonesia Tbk Bersama Petani Pongkeru, Firman Udding, Menegaskan Harus Segera ada Pemulihan Musim Tanam 

LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM, – PT Vale Indonesia Tbk akhirnya menyampaikan penjelasan resmi terkait persoalan genangan yang berdampak pada lahan pertanian masyarakat di Dusun Kawasule, Desa Pongkeru,

Penjelasan tersebut disampaikan sebagai respons atas Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD Luwu Timur bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan, Rabu (9/7/2026).

Dalam forum tersebut, DPRD Luwu Timur mendorong seluruh pihak mempercepat penyelesaian persoalan yang telah berulang kali dibahas. Salah satu hasil RDP adalah mengerucutnya pembahasan pada penyusunan Program Pemulihan Musim Tanam sebagai bentuk dukungan agar petani dapat kembali berproduksi.

Selain itu, PT Vale juga diminta bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiapkan langkah mitigasi jangka menengah dan panjang guna mencegah terulangnya genangan yang merugikan masyarakat.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur, Firman Udding, menegaskan bahwa DPRD mendukung investasi yang memberi manfaat bagi daerah, namun hak-hak masyarakat tetap harus menjadi prioritas.

“Investasi dan pembangunan sangat kami dukung, tetapi tidak boleh mengorbankan hak-hak masyarakat. Kehadiran perusahaan harus memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat, bukan justru menimbulkan penderitaan bagi para petani,” tegas Firman usai RDP.

PT Vale: Genangan Dipengaruhi Berbagai Faktor. Menanggapi hasil RDP tersebut, Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia Tbk, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan menghormati seluruh masukan yang disampaikan DPRD, pemerintah daerah, maupun masyarakat.

Menurutnya, PT Vale mendengarkan secara langsung berbagai keluhan masyarakat terkait terganggunya produktivitas lahan pertanian dan perkebunan, sekaligus menerima berbagai usulan untuk mendukung pemulihan kondisi sosial ekonomi warga.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam pembahasan adalah penyusunan Program Pemulihan Musim Tanam melalui dukungan sarana produksi pertanian dan bantuan teknis lainnya agar petani dapat kembali mengelola lahannya.

Namun demikian, Yusri menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pengakuan bahwa seluruh genangan merupakan akibat langsung dari operasional perusahaan.

“Inisiatif pemulihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasional, serta tidak dimaknai sebagai hubungan sebab-akibat yang secara langsung mengaitkan seluruh dampak genangan dengan operasi perusahaan,” jelas Yusri.

PT Vale menjelaskan, berdasarkan kajian awal perusahaan, genangan yang terjadi pada 2025 berlangsung ketika curah hujan berada di atas kondisi normal.

Selain itu, air yang masuk ke kawasan terdampak disebut tidak hanya berasal dari sistem bendungan perusahaan, tetapi juga dipengaruhi meningkatnya debit Sungai Pongkeru serta kondisi hidrologi kawasan secara keseluruhan.

Karena itu, perusahaan menilai diperlukan asesmen dan verifikasi teknis yang komprehensif agar seluruh faktor penyebab genangan dapat dipahami secara objektif.

Siapkan Mitigasi Jangka Panjang. Selain mendukung pemulihan musim tanam, PT Vale menyatakan telah membahas langkah-langkah mitigasi jangka panjang bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Upaya tersebut meliputi penguatan infrastruktur pengairan melalui perbaikan pintu air, sistem pompanisasi, normalisasi saluran, hingga proteksi saluran air untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap risiko genangan pada masa mendatang.

Yusri mengatakan seluruh program akan mengacu pada hasil asesmen teknis, data lapangan yang telah diverifikasi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

“Fokus kami adalah membangun solusi yang berkelanjutan melalui dukungan terhadap produktivitas pertanian masyarakat dan penguatan infrastruktur pengendalian air, sehingga masyarakat dapat terus berkembang dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap risiko di masa mendatang,” ujarnya.

PT Vale juga menegaskan akan terus membangun dialog terbuka dengan pemerintah, DPRD, dan masyarakat guna menghadirkan solusi yang objektif, terukur, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga terdampak.