MAJENE, SUARATERKININEWS.COM- Ketua tim peneliti Muh Rizaldi, merupakan Tim peneliti dari Universitas Sulawesi Barat telah membuat penemuan spektakuler dengan ditemukannya spesies tikus langka, Paucidentomys vermidax, di Taman Nasional Gandang Dewata. Penemuan ini melibatkan para ilmuwan seperti, Rusmidin, Irlan, Nurmuliayanti Muis, dan Nurman, serta mahasiswa seperti Fetranius, Yusuf Sama’, dan Haslinda S.
Paucidentomys vermidax, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2012, adalah salah satu spesies tikus paling unik di dunia. Spesies ini hanya memiliki dua gigi di rahang depannya dan memakan cacing tanah, sebuah kebiasaan yang tidak biasa untuk tikus. Selain itu, tikus ini hanya ditemukan di Sulawesi, menegaskan statusnya sebagai spesies endemik yang sangat langka.
Penemuan ini menegaskan pentingnya Taman Nasional Gandang Dewata sebagai area konservasi vital yang belum banyak dijelajahi oleh ilmuwan. Menurut Muh Rizaldi, pimpinan tim penelitian, penemuan ini membuka peluang besar untuk penelitian lebih lanjut yang dapat mengungkap misteri ekologi spesies ini.
“Taman Nasional Gandang Dewata harus dilindungi sebagai habitat penting bagi spesies-spesies yang jarang ditemukan dan kurang dipelajari,” tegas Rizaldi. Penemuan ini juga diharapkan dapat mendorong upaya konservasi yang lebih kuat, tidak hanya di Sulawesi Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia.
Dengan penemuan ini, Taman Nasional Gandang Dewata kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia, menyimpan harta karun keanekaragaman hayati yang harus dilindungi untuk generasi mendatang.
Laporan : Sahara






