KOLAKA UTARA, SUARATERKININEWS.COM – Berita mengejutkan datang dari Kolaka Utara, di mana infrastruktur salah satu puskesmas di wilayah tersebut kini tengah jadi sorotan. Masyarakat setempat dibuat terkejut oleh kondisi fasilitas kesehatan yang jauh dari layak, menggugah kepedulian publik. Selasa, (20/8/2024)
Berita terbaru mengungkapkan sejumlah masalah serius yang melanda puskesmas di Kecamatan Porehu. Kerusakan fasilitas dan kurangnya pemeliharaan telah berdampak signifikan pada kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Kondisi ini telah menimbulkan kepedulian luas serta protes dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang kini menyerukan tindakan perbaikan segera. Mereka menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk memastikan akses yang optimal bagi masyarakat.
Menurut hasil investigasi dan temuan lapangan yang diperoleh oleh jurnalis Suaraterkininews.com, kondisi infrastruktur di Puskesmas Porehu sangat memprihatinkan. Pada Jumat, 16/8/2024).
Temuan tersebut mencakup plafon yang telah rusak, dua toren penyimpanan air yang bocor, keran air yang tidak berfungsi, serta tembok yang retak, khususnya di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Problematika tersebut mengungkapkan fakta bahwa pembangunan infrastruktur di Puskesmas Porehu dilakukan secara asal-asalan.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan kontraktor dengan nomor 51/KONT/DAK/PPK/VI/2023 tanggal 5 Juni 2023, terungkap fakta mengejutkan mengenai nilai kontrak pembangunan Puskesmas Porehu. Nilai kontrak tersebut mencapai Rp 5.700.240.480,00. Angka ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas hasil pembangunan, mengingat kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan saat ini.
Irham, S.Km, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara, dalam pernyataannya melalui chat kepada redaksi Suaraterkininews.com, menyatakan bahwa proyek pembangunan Puskesmas Porehu telah melalui semua tahapan yang diperlukan. Ia juga menegaskan bahwa proyek tersebut telah diaudit oleh Inspektorat BPK dan sudah resmi diresmikan.
“Saya ingin bertanya, apa yang sebenarnya bobrok dalam pembangunan ini? Semua tahapan sudah dilalui, dan proyek ini juga sudah diaudit oleh Inspektorat BPK,” ujar Irham kepada Suaraterkininews.com melalui chat WhatsApp. pada Sabtu, (17/8/2024).
“Yang pasti, konsultan pengawas dan tim teknis kami mendampingi tim audit Inspektorat BPK, jadi kami anggap tidak ada masalah lagi,” tambah Irham.
Meskipun Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara menyampaikan pernyataan tersebut, fakta di lapangan menunjukkan ketidaksesuaian antara dana yang dikeluarkan dan kualitas bangunan di Puskesmas Porehu.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa pembangunan tersebut kemungkinan besar dikerjakan secara asal-asalan. Berdasarkan pertanyaan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara, Aparat Penegak Hukum (APH) seharusnya melakukan audit ulang terhadap Dinas Kesehatan terkait pembangunan Puskesmas Porehu.
Laporan: Akbar Pelayati






