Masyarakat Perbaiki Jalan Rusak, Anggota Bidang Advokasi IKMBM Kecewa dengan Kinerja Pemda Bangkep

BANGGAI KEPULAUAN, SUARATERKININEWS.COM – Publik baru-baru ini digemparkan dengan aksi warga Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, yang melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya tanpa keterlibatan pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut, warga juga memasang papan pengumuman bertuliskan, “Maaf, perjalanan Anda terganggu. Ada pekerjaan perbaikan jalan secara swadaya menggunakan alat berat. Butuh uluran tangan.”Aksi warga yang memperbaiki jalan dari Desa Batang Babasal hingga Desa Sambiut itu menuai sorotan dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Bangkep Makassar (IKMBM).

Mulkis Barri, anggota bidang advokasi IKMBM, menyayangkan tidak adanya campur tangan Pemerintah Daerah (Pemda) Bangkep serta penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam perbaikan jalan tersebut.

“Ada apa dengan Pemda Banggai Kepulauan? Jangan tutup mata terhadap aktivitas perbaikan jalan yang dilakukan masyarakat Kecamatan Totikum secara swadaya dan juga pembiaran terhadap kerusakan jalan di Bangkep, khususnya di Kecamatan Bulagi Utara dan Kecamatan Peling Tengah. Perbaikan jalan rusak seharusnya menjadi tanggung jawab Pemda Bangkep sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006,” ujarnya.

Mulkis menambahkan, pada tahun 2025 ini sudah ada beberapa desa yang melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Namun, hingga saat ini tidak ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menanggapi masalah tersebut.

‎“Jika pemerintah terus-menerus melakukan pembiaran, hal ini akan menjadi catatan buruk bagi Pemda Bangkep, khususnya Bupati Rusli Moidady dan Wakil Bupati Serfi Kambey. Ini bukan lagi pujian, tetapi kutukan dan mosi tidak percaya dari masyarakat,” tegasnya.

Melalui pernyataan sikapnya, Mulkis mendesak Pemda Bangkep dan dinas terkait untuk segera mengambil langkah nyata.

‎“Kami mendesak Pemda dan dinas terkait untuk bertanggung jawab memperbaiki jalan rusak demi meningkatkan keselamatan, efisiensi transportasi, dan kualitas hidup masyarakat Bangkep. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, maka dengan penuh rasa hormat, Bapak Bupati silakan angkat kaki dari jabatannya,” pungkas Mulkis Barri.


Laporan : Akbar