Gerbang Jalan Wisata Kendari-Toronipa Rusak dan Tuai Sorotan Publik, GEMPA SULTRA : Ini Harus Diusut !

KENDARI, SUARATERKININEWS.COM- Gerbang Jalan Wisata Kendari-Toronipa akhir-akhir ini tuai sorotan media dan rakyat Sultra. Bagaimana tidak, Gerbang megah yang dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 32,8 Miliar itu terlihat rusak dan berlubang akibat bahan dasar yang digunakan tidak terbuat dari tembok, melainkan menggunakan bahan dasar Glass Reinforced Concrete (GRC) Board. Jumat, (13/9/2024).

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sulawesi Tenggara (Gempa Sultra), bahan Reinforced Concrete (GRC) Board yang membungkus sejumlah tiang besi sudah tampak bolong dan pecah dibeberapa bagian. La Ode Safirudin, selaku Ketua Gempa Sultra menyampaikan, bahwa rusaknya bangunan megah yang dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit merupakan suatu fenomena tragis yang perlu dicurigai.

“Jelas hal ini adalah fenomena yang tragis dan mencurigakan, bagaimana mungkin gerbang megah yang dibangun dengan menghabiskan APBD sebesar 32,8 Miliar bisa rusak dengan waktu yang relatif singkat, ternyata memang bahan dasar yang digunakan adalah papan semen dan bukan dari beton”. Ucap Safirudin saat ditemui oleh pihak kami pada 12 September 2024 di salah satu Warkop di Kendari.

Pemuda yang akrab disapa Rudi itu juga menambahkan, bahwa penilaian objektif dan komprehensif terhadap bobroknya pembangunan gerbang jalan Wisata Kendari-Toronipa wajib dilaksanakan oleh pihak yang berwenang.“Pemerintah harus bertindak secepatnya, audit anggaran dan uji kelayakan mestinya menjadi hal yang penting untuk mengungkap secara tuntas fenomena ini. Jika terdapat indikasi pelanggaran hukum, maka hal demikian tidak akan terlepas dari keterlibatan Eks Gubernur Sulawesi Tenggara 2019-2024, Bapak Ali Mazi, S.H.”tambahnya.

Ditempat yang berbeda, Andi, salah satu Mahasiswa UHO sekaligus Tokoh Pergerakan Sulawesi Tenggara, mengatakan bahwa apa yang telah disampaikan oleh Ketua Gempa Sultra adalah hal yang memang perlu dilakukan.“Yah, saya sepakat dengan Saudara saya Rudi, Pemerintah harus mengusut tuntas persoalan ini. Sebab Pembangunan gerbang jembatan soropia menggunakan uang rakyat sulta yang tidak sedikit dan ini merupakan proyek yang diinisiasi oleh Ali Mazi dengan mengesampingkan program prioritas lainnya. Seperti penanggulangan angka kemiskinan yang melonjak kala itu, pembangunan jalan raya lintas kabupaten yang ada di wilayah Sultra, serta peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM”. Ucap Andi saat dihubungi Via WhatsApp.

Sejalan dengan Rudi, Mahasiswa yang akrab disapa Andi Sultra (AS) juga menambahkan, bahwa selain keterlibatan Eks Gubernur Sultra 2019-2024 dalam hal ini Bapak Ali Mazi, S.H., pelaku konstruksi juga harus diperiksa untuk membuat terang benderang persoalan ini. “Ali Mazi selaku Pucuk Pimpinan Sulawesi Tenggara dan pihak pekerja pada saat itu harus diperiksa, dan bila perlu hal ini diselesaikan melalui mekanisme yudisial jika memang ada indikasi pelanggaran hukum yang ditemukan. Kita tunggu saja hasil kinerja dari Inspektorat, yang memang sebelumnya sudah diperintahkan oleh Pj. Gubernur Sultra untuk meneliti dan mengaudit pembangunan gerbang tersebut. Pun juga seharusnya Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) sudah semestinya terlibat dalam mengawal persoalan ini”. Tegas dan tutup Andi.

Untuk diketahui bahwa berdasarkan Laman LPSE Provinsi Sulawesi Tenggara, Pembangunan Ornamen Jembatan Kendari-Toronipa dikerjakan oleh PT. Karya Inti Bumi Konstruksi. Sebuah perusahaan konstruksi yang beralamat di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.


Laporan: Red