LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM, – Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, mengapresiasi peluncuran layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, kehadiran layanan tersebut menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Ober mengatakan masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk memperoleh bantuan ketika menghadapi berbagai kondisi kedaruratan, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana, gangguan keamanan, hingga keadaan darurat kesehatan.
“Peluncuran layanan 112 merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ketika terjadi keadaan darurat, kecepatan respons menjadi faktor yang sangat menentukan,” ujar Ober usai menghadiri peluncuran layanan tersebut pada puncak peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, sistem layanan dengan satu nomor panggilan akan mempermudah masyarakat karena tidak lagi harus menghubungi berbagai instansi secara terpisah saat membutuhkan pertolongan.
“Selama ini masyarakat terkadang bingung harus menghubungi siapa ketika menghadapi situasi darurat. Dengan layanan 112, proses pelaporan menjadi lebih sederhana sehingga koordinasi penanganan juga bisa berlangsung lebih cepat,” katanya.
Ober menilai kehadiran layanan tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang memanfaatkan teknologi untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakat. Ia berharap sistem tersebut dapat dioperasikan secara profesional dengan dukungan operator yang siaga selama 24 jam.
“Layanan ini harus benar-benar memberikan manfaat. Respons yang cepat, koordinasi antarinstansi yang baik, dan pelayanan yang ramah menjadi kunci agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap kondisi darurat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sosialisasi secara luas agar seluruh masyarakat mengetahui fungsi layanan 112 dan memahami jenis kondisi yang dapat dilaporkan melalui nomor tersebut.
“Jangan sampai layanan sudah tersedia, tetapi masyarakat belum mengetahui cara menggunakannya. Sosialisasi harus menjangkau seluruh kecamatan hingga desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” tuturnya.






