LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM- Meski sudah sebulan sejak kebocoran pipa minyak PT Vale terjadi, aliran sungai di beberapa titik masih terus menampakkan jejak limbah minyak kental yang mencemari air. Kondisi ini kian menambah keresahan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Fakta di lapangan kembali membantah klaim PT Vale Indonesia Tbk yang menyatakan kondisi lingkungan sudah aman pasca kebocoran. Hari ini, Seminggu 22 September 2025, masyarakat bersama relawan yang dipekerjakan PT Vale kembali menemukan minyak kental di Desa Langkea Raya, tepatnya di titik pencegatan rembesan.
Rembesan tersebut tidak pernah berhenti mengalir sejak 23 Agustus, bahkan diduga berasal dari bawah tanah di pinggiran sungai. Sesuai foto dan video terbaru yang diterima media per tanggal 22 September, terlihat jelas minyak kental masih mengapung dan menempel di aliran sungai.
Kondisi ini membuktikan bahwa pencemaran bukan lagi sekadar kekhawatiran, melainkan sudah nyata merusak lingkungan dan mengancam sumber air, ekosistem, serta lahan pertanian warga.
Atas temuan itu, Ketua Jaringan Komunikasi Lingkar Tambang Indonesia (JKM LTI), Amrullah, mengecam klaim PT Vale yang menenangkan publik seolah situasi sudah terkendali.
“Faktanya sampai hari ini minyak kental masih muncul di sungai. Jadi klaim Vale, Pemda, dan pihak yang menyatakan aman hanyalah bentuk pembohongan publik. Mereka menutup mata dari fakta yang terjadi di lapangan,” tegas Amrullah.
Ia menambahkan, pencemaran ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keselamatan, kesehatan, serta masa depan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sungai dan danau.
Lebih lanjut, Amrullah menyampaikan bahwa sesuai informasi yang ia terima, jadwal RDP bersama DPRD Luwu Timur terkait kasus ini telah ditetapkan pada 25 September 2025.
“Kami berharap jadwal ini tidak molor. RDP ini sangat penting untuk membuka fakta di depan publik dan menuntut pertanggungjawaban perusahaan maupun pemerintah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan pihak dari PT Vale Indonesia, belum memberikan tanggapannya.(***)






