Mahasiswa KKN 116 Unhas Ubah Daun Paitan Jadi Pestisida Ramah Lingkungan di Desa Bonto Karaeng

BANTAENG, SUARATERKININEWS.COM, – Sebuah inovasi sederhana namun penuh manfaat lahir dari tangan mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116. Tanaman Paitan (Tithonia diversifolia), yang selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai gulma pengganggu di sekitar lahan pertanian, kini di ubah menjadi pestisida nabati yang berpotensi menjadi solusi hama bagi para petani.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 19 Juni 2026, di Kantor Desa Bonto Karaeng, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan ini didemonstrasikan langsung oleh Nita Tasik Karua, salah satu mahasiswa KKN, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat, khususnya para petani setempat.

Program ini hadir sebagai solusi penggunaan pestisida kimia yang terus-menerus tidak hanya merusak lingkungan dan kesehatan, tetapi juga memicu resistensi hama serta membebani petani dengan biaya yang tidak murah.

Di sinilah daun Paitan menemukan perannya. Kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid di dalamnya terbukti berpotensi menghambat perkembangan hama tanaman budidaya, menjadikannya alternatif alami yang ekonomis dan mudah diakses, karena tumbuh liar di sekitar lahan pertanian.

Yang membuat inovasi ini semakin menarik adalah kemudahan prosesnya. Daun Paitan segar cukup dikumpulkan, dicuci, dicacah kecil-kecil, lalu ditumbuk hingga halus. Hasil tumbukan kemudian difermentasi selama dua hari sebelum disaring untuk diambil ekstraknya. Sedikit sabun cair ditambahkan sebagai bahan perekat, dan larutan pun siap diencerkan sesuai kebutuhan aplikasi.

Antusiasme turut disampaikan oleh Rahmat Hidayat, salah satu kepala dusun di Desa Bonto Karaeng. Menurutnya, program ini menarik karena bahan bakunya mudah diperoleh dan proses pembuatannya sederhana, sehingga mudah dipraktikkan langsung oleh

Lebih dari sekadar inovasi teknis, program ini membawa pesan bahwa potensi alam di sekitar desa bahkan yang selama ini dianggap tak berguna dapat diberdayakan untuk mendukung sistem pertanian yang lebih sehat, hemat biaya, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pemberdayaan ini, masyarakat Desa Bonto Karaeng diharapkan semakin terbuka mata untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang ada di sekelilingnya.