Gorontalo, SUARATERKININEWS.COM, –Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama DPRD terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan sekitar 40 petani dan nelayan pada Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Gorontalo, pada 20–25 Juni 2026.
Kontingen Luwu Timur dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, didampingi jajaran Komisi II DPRD Luwu Timur. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap peningkatan kapasitas para pelaku utama sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi penopang perekonomian masyarakat.
berlangsung pada Rabu (24/06/2026) di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan terbesar petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi terbaru di bidang pertanian dan perikanan.
Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, mengatakan PENAS merupakan momentum strategis bagi para petani dan nelayan untuk meningkatkan wawasan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha tani dan perikanan dari berbagai daerah.
“Melalui PENAS, para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia berkumpul dalam satu forum untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan. Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkenalkan berbagai inovasi serta teknologi pertanian yang diharapkan mampu mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Sarkawi.
Menurutnya, berbagai pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal berharga bagi peserta asal Luwu Timur untuk diterapkan di daerah masing-masing. Dengan demikian, produktivitas dan daya saing sektor pertanian maupun perikanan di Luwu Timur diharapkan terus meningkat.
Sarkawi menambahkan, PENAS tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga bertujuan membangun semangat kemandirian para pelaku utama pembangunan di sektor pertanian dan perikanan.






