Seminar Awal Kajian Kebencanaan di Kabupaten Majene

MAJENE, SUARATERKININEWS.COM- Drs. H. Mustamin membuka kegiatan Seminar Awal Kajian Kebencanaan di Kabupaten Majene yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Majene bekerja sama dengan LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Buana Makassar pada Rabu (31/7/2024) di ruang rapat Wakil Bupati Majene.

Dalam sambutannya, Drs. Mustamin menyampaikan bahwa penanggulangan bencana dalam perspektif Islam memberikan strategi yang komprehensif dan ideal. Beliau menegaskan pentingnya paradigma baru dalam pengelolaan alam, mengutip Al-Qur’an, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena tangan manusia, supaya Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Menurutnya, keyakinan bahwa alam semesta berada di bawah kendali Allah harus mendorong manusia untuk bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Mengapa saya selalu menyebutkan ayat dalam hal ini karna Majene Memiliki visi misi Unggul Mandiri Religius (UMR).

Dr. Tajuddin, dalam paparannya, membahas potensi wisata Majene yang sangat bagus namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Beliau menekankan pentingnya kajian risiko bencana untuk memberikan rasa aman kepada para investor, sehingga sektor pariwisata Majene dapat berkembang baik di tingkat regional maupun internasional.

Dr. Murtiadi Awaluddin menambahkan bahwa bencana merupakan peristiwa yang mengancam kehidupan masyarakat dan dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, harta benda, serta dampak psikologis. Oleh karena itu, kajian kebencanaan menjadi sangat penting untuk meminimalisir dampak-dampak tersebut.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Bupati Majene, Drs. H. Mustamin, Asisten 3, Staf Ahli, Dr. Tajuddin Malik, SE., M.Si., AK., CA., CIPA (Ketua TIM), Dr. Murtiadi Awaluddin, SE., MM (Koordinator Surveyor), Mattanma, SE., MT., M.Si (Statistian), Abd. Gafur, S.Pd., M.Pd (Ahli Kajian Kebencanaan), para Kepala OPD, dan para undangan lainnya.

Laporan : Sahara