UKM SB Esa Gandeng Pekerja Seni Kampus Makassar Gelar Dialog: Kampus dan Imaji Demokrasi

MAKASSAR, SUARA TERKINI NEWS– Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya (UKM SB) Esa berkolaborasi dengan komunitas Pekerja Seni Kampus (PSK) Makassar menggelar dialog bertajuk “Kampus dan Imaji Demokrasi: Merawat Ruang Kritis” di Kampung Esa, Rabu (10/9).

Dialog ini menghadirkan dua narasumber, yakni Gunawan Hatmin (Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar) dan Tawakkal Mahmud (Menteri Hukum dan HAM DEMA UINAM), dengan Alamzah Amor sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Gunawan Hatmin menekankan pentingnya kampus sebagai ruang dialektika ide, bukan hanya arena akademik formal. Ia menilai seni dapat menjadi medium reflektif yang menghidupkan imajinasi demokrasi, terutama di tengah tantangan serius yang dihadapi bangsa.

Sementara itu, Tawakkal Mahmud menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang menurutnya semakin pragmatis dan dikuasai kepentingan elit. Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk “reset demokrasi”, sehingga mahasiswa bersama komunitas seni perlu membuka ruang alternatif untuk kritik dan partisipasi publik.

Kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai ruang konsolidasi antara pekerja seni kampus dengan gerakan mahasiswa. Tujuannya, merawat tradisi intelektual yang kritis, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Dengan mengusung slogan “Seni Lawan Tirani”, acara ini tidak hanya menghadirkan diskusi, tetapi juga menegaskan komitmen pekerja seni muda untuk menghadirkan karya dan ruang kebudayaan sebagai bagian dari perjuangan demokrasi.

“Kolaborasi UKM SB Esa dan PSK Makassar adalah ikhtiar menghadirkan kampus yang hidup, berjiwa kritis, serta mampu menjembatani gagasan demokrasi dengan ekspresi seni,” ujar panitia pelaksana dalam keterangan tertulisnya.

Penyelenggara berharap dialog ini menjadi awal gerakan kolaboratif yang lebih luas. Seni, kata mereka, tidak hanya sebatas ekspresi estetis, tetapi juga instrumen kebudayaan untuk memperkuat demokrasi sekaligus melawan berbagai bentuk hegemoni.