Gunawan Hatmin di Dialog Seni Kampus: Demokrasi Harus Hidup dari Imajinasi Kritis

MAKASSAR, SUARA TERKINI NEWS – September 2025- Dalam dialog bertajuk “Kampus dan Imaji Demokrasi: Merawat Ruang Kritis” yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Esa (UKM SB Esa) bersama Pekerja Seni Kampus (PSK) Makassar, Gunawan Hatmin, mahasiswa Pascasarjana UINAM, tampil dengan gagasan tajam tentang pentingnya seni sebagai medium menjaga demokrasi di ruang kampus.

Gunawan menegaskan bahwa kampus tidak boleh jatuh pada komersialisasi pendidikan dan formalisasi seni. Menurutnya, seni di kampus harus menjadi “bahasa kritik” yang menjaga nurani mahasiswa sekaligus ruang refleksi terhadap problem bangsa.

“Seni di kampus adalah filsafat yang hidup. Ia bukan sekadar hiburan, tapi instrumen untuk menjaga ruang kritis dan imajinasi demokrasi. Kalau seni direduksi menjadi seremonial, maka kampus sedang kehilangan jiwanya,” tegas Gunawan Hatmin dalam forum tersebut.

Ia juga menyinggung fenomena yang disebut sebagai *reset demokrasi* di Indonesia, di mana demokrasi yang semestinya menjamin partisipasi dan kebebasan berpikir kini kian dikepung pragmatisme politik dan dominasi kekuasaan. Dalam konteks itu, Gunawan menekankan bahwa seni adalah cara mahasiswa melawan hegemoni sekaligus menjaga harapan publik.

Dialog yang digelar di Kampung Esa, Rabu (10/09), turut menghadirkan Tawakkal Mahmud (Menteri Hukum dan HAM DEMA UINAM) sebagai narasumber dan Alamzah Amor sebagai moderator.

Dengan semangat “Seni Lawan Tirani”, Gunawan Hatmin mengajak mahasiswa kampus untuk menjadikan seni bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai garda terdepan dalam merawat ruang kritis dan membangun demokrasi yang berjiwa.


Report: Abrar