Aksi Demonstrasi Soroti Dugaan Persekongkolan Pokja Pengadaan Pemda Takalar

TAKALAR, SUARATERKININEWS.COM, – , 27 Agustus 2026 — Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Pemerhati Takalar menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Takalar, Kamis (27/8/2026). Aksi tersebut menyoroti dugaan adanya praktik tidak sehat dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemda Takalar.

Dalam orasinya, massa aksi menduga terdapat indikasi persekongkolan antara Pokja pengadaan dengan sejumlah kontraktor tertentu yang dinilai dapat mengganggu prinsip persaingan sehat, transparansi, serta kesempatan yang sama bagi para pelaku usaha dalam mengikuti proses pengadaan pemerintah.

Jenderal Lapangan aksi, Waliyullah, menyampaikan bahwa pihaknya juga mendapatkan informasi mengenai dugaan adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diduga bocor lebih awal kepada pihak tertentu. Jika dugaan tersebut benar, menurutnya, hal itu perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena berpotensi memengaruhi independensi dan objektivitas proses pengadaan.

«“Kami mempertanyakan kredibilitas dan integritas proses pengadaan apabila benar terdapat pihak-pihak tertentu yang memperoleh informasi atau RAB lebih awal. Seharusnya setiap pelaku usaha diberikan kesempatan yang sama dalam memperoleh akses terhadap pekerjaan di lingkungan Pemda Takalar,” tegas Waliyullah.»

Massa aksi juga menyoroti informasi bahwa perusahaan yang digunakan oleh pihak-pihak tertentu diduga merupakan CV pinjam pakai. Namun, Aliansi Pemuda Mahasiswa Pemerhati Takalar menyerahkan sepenuhnya pembuktian atas dugaan tersebut kepada aparat dan instansi berwenang.

Dalam tuntutannya, massa meminta Kejaksaan Negeri Takalar untuk mendalami dan memeriksa dugaan tersebut secara objektif, termasuk menelusuri proses pengadaan, pola keterlibatan pihak-pihak terkait, akses terhadap dokumen pengadaan, serta dugaan penggunaan badan usaha yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Menurut massa aksi, apabila dugaan tersebut terbukti, praktik demikian bukan hanya mencederai prinsip persaingan usaha yang sehat, tetapi juga dapat berimplikasi pada persoalan hukum dan berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Kami meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara profesional. Kalau memang tidak ada pelanggaran, silakan dibuktikan secara terang. Tetapi kalau ditemukan adanya permainan dalam proses pengadaan, harus ada tindakan tegas,” lanjut Waliyullah.

Aksi pada Kamis (27/8/2026) tersebut ditegaskan sebagai aksi prakondisi. Aliansi Pemuda Mahasiswa Pemerhati Takalar menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan pada Senin, 31 Agustus 2026, dengan membawa tuntutan dan informasi tambahan terkait dugaan persoalan dalam proses pengadaan di lingkungan Pemda Takalar.

Waliyullah menegaskan bahwa gerakan tersebut akan terus mengawal proses pengadaan pemerintah di Takalar agar berjalan secara transparan, akuntabel, kompetitif, dan berintegritas, serta memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh penyedia yang memenuhi persyaratan.

Aliansi Pemuda Mahasiswa Pemerhati Takalar menyatakan akan menyerahkan dugaan-dugaan yang mereka soroti kepada aparat penegak hukum untuk diverifikasi dan dibuktikan berdasarkan data serta ketentuan hukum yang berlaku.