MAKASSAR, SUARATERKININEWS.COM, – Gerakan Solidaritas Mahasiswa Merdeka (GSMM) kembali turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa yang mengangkat isu besar “Negara Darurat HAM”. Aksi ini menjadi bentuk kegelisahan sekaligus perlawanan mahasiswa terhadap kondisi negara yang dinilai semakin jauh dari prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Dalam aksi yang digelar di kawasan P3 Alauddin, GSMM menegaskan bahwa situasi saat ini menunjukkan kegagalan negara dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia. Berbagai kasus kekerasan, pelanggaran HAM, hingga pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat terus terjadi tanpa penyelesaian yang jelas.
GSMM secara tegas menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, mendesak Menteri HAM untuk segera memberikan keadilan kepada keluarga korban pengeroyokan yang hingga saat ini belum mendapatkan kepastian hukum. Lambannya penanganan kasus dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan negara dalam melindungi warganya.
Kedua, GSMM mendesak pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan pelanggaran HAM di Papua secara adil dan transparan. Konflik yang terus berlangsung dinilai sebagai bukti kegagalan pendekatan negara yang cenderung represif dan mengabaikan nilai kemanusiaan.
Ketiga, GSMM menyoroti maraknya premanisme di Kota Makassar yang mengancam keamanan masyarakat. Dalam hal ini, aparat penegak hukum dinilai belum maksimal dalam menjaga dan melindungi ruang sipil, sehingga rasa aman masyarakat semakin tergerus.
Keempat, GSMM dengan tegas mengecam segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat. Pembungkaman terhadap suara kritis dinilai sebagai ancaman serius bagi demokrasi, di mana kritik justru diposisikan sebagai tindakan yang harus ditekan.
GSMM menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk komitmen mahasiswa untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan dan keadilan. Jika negara terus abai, maka gerakan mahasiswa akan terus hadir sebagai kekuatan penyeimbang yang menyuarakan kepentingan rakyat.
“Negara tidak boleh diam ketika rakyatnya menjadi korban. Keadilan tidak boleh ditunda, dan suara rakyat tidak boleh dibungkam,” tegas perwakilan GSMM dalam orasinya.
Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan. GSMM menegaskan akan terus melakukan konsolidasi dan aksi lanjutan hingga tuntutan mereka benar-benar direspons oleh pemerintah dan aparat terkait.






