LUWU TIMUR, SUARATERKININEWS.COM, – PTPN IV Regional II melalui PKS Luwu menegaskan bahwa proses penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) pihak ketiga dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai standar operasional perusahaan.
Manajemen PKS Luwu memastikan seluruh TBS yang masuk dilakukan pemeriksaan mutu dan kualitas secara objektif guna menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan mitra pemasok. Kebijakan penerimaan juga menyesuaikan kondisi operasional pabrik, kapasitas olah, serta kualitas bahan baku agar proses produksi tetap berjalan optimal.
Salah seorang petani pemasok TBS, Albert, warga Desa Lagego, menyampaikan bahwa selama ini pihak manajemen PKS Luwu telah terbuka terkait informasi harga maupun proses penimbangan di pabrik. Menurutnya, sistem timbangan berjalan transparan dan dapat dipantau langsung oleh pemasok sehingga menumbuhkan rasa percaya antara petani dan perusahaan.
“Kami sebagai petani merasa proses penerimaan buah di PKS Luwu berjalan baik. Informasi harga jelas dan proses timbang juga terbuka,” ungkap Albert.
Kerja sama dengan pemasok TBS pihak ketiga selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan industri kelapa sawit di wilayah Luwu. Oleh karena itu, perusahaan terus membangun komunikasi yang baik dengan para mitra pemasok agar tercipta hubungan kerja sama yang sehat dan saling menguntungkan.
Pihak manajemen juga mengimbau seluruh pihak agar menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijak dan berdasarkan data serta fakta di lapangan. Perusahaan tetap terbuka terhadap masukan konstruktif dan berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik.
Selain menjaga mutu produksi, PKS Luwu juga terus mendorong ketertiban pemasokan TBS, termasuk penerapan standar potong tangkai, pengurangan buah mentah, serta pengaturan antrean demi menciptakan pelayanan yang lebih tertib, aman, dan efisien.
Dengan komitmen tersebut, PKS Luwu berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat dan pemasok tetap terjaga dengan baik serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan petani sawit di Sulawesi Selatan.






