MAKASSAR, SUARATERKININEWS.COM, – 24 September 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Timur Makassar (BEM UIT) menggelar kegiatan refleksi September Hitam sekaligus memperingati Hari Tani Nasional di pelataran Kampus 5 Universitas Indonesia Timur, Makassar.
Kegiatan tersebut turut mengajak seluruh mahasiswa Universitas Indonesia Timur untuk hadir dan mengambil bagian dalam ruang refleksi serta diskusi mengenai sejarah, kebangsaan, dan persoalan sosial yang masih relevan hingga hari ini.
Sejumlah agenda dilaksanakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya:
1. Pembacaan sejarah tragedi kelam masa lalu;
2. Diskusi mengenai kebijakan bangsa;
3. Pembacaan puisi.
4. Pembacaan doa.
BEM UIT menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenang berbagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa. Bagi BEM UIT, mengingat sejarah merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran generasi muda agar memahami berbagai persoalan bangsa dan mencegah terulangnya peristiwa serupa.
> “Sejarah harus terus diingat, sebab sejarah yang tidak diingat akan kehilangan maknanya. Apa yang kami lakukan bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga menjadi bentuk kontrol sosial agar peristiwa-peristiwa kelam tersebut tidak terulang kembali.”
BEM UIT juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik. Mahasiswa dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk membaca, mengkaji, dan mengawasi kebijakan yang memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kebijakan yang berpotensi tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Selain itu, BEM UIT mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. Kampus tidak hanya diharapkan mampu mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial, mampu membaca kondisi bangsa, serta berani mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Melalui refleksi September Hitam dan peringatan Hari Tani Nasional ini, BEM UIT berharap mahasiswa tidak hanya menjadi generasi yang menghafal sejarah, tetapi juga generasi yang memahami sejarah, membaca realitas, mengawal kebijakan, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Timur Makassar






