MAKASSAR, SUARATERKININEWS.COM, – Senin 29 Juni 2026, Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal isu-isu strategis daerah dengan menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik di Kota Makassar, di antaranya Kantor Dinas Pendidikan dan DPRD Kota Makassar.
Aksi ini merupakan bentuk respons atas dugaan praktik jual beli jabatan yang terjadi di lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar, khususnya yang diduga melibatkan oknum Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK). Praktik tersebut dinilai mencederai prinsip profesionalitas birokrasi serta berpotensi merusak kualitas pendidikan.
Dalam aksinya, massa berhasil menemui Komisi D DPRD Kota Makassar untuk menyampaikan secara langsung tuntutan dan desakan agar lembaga legislatif segera mengambil langkah konkret.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar dalam tanggapannya menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengungkap dugaan praktik transaksional, khususnya terkait jual beli jabatan di Dinas Pendidikan.
Namun demikian, Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan menilai bahwa langkah tersebut belum cukup. Massa aksi secara tegas mendesak DPRD Kota Makassar untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna melakukan pengusutan secara menyeluruh dan transparan terhadap dugaan kasus tersebut.
Aliansi menegaskan bahwa praktik jual beli jabatan, jika benar terjadi, bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap dunia pendidikan dan hak masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Oleh karena itu, Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mendesak DPRD Kota Makassar segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas dugaan jual beli jabatan di Dinas Pendidikan.
2. Mengawal pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar berjalan transparan dan tidak menjadi formalitas semata.
3. Menuntut adanya tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat jika terbukti melakukan praktik transaksional.
4. Menegaskan bahwa dunia pendidikan harus bersih dari kepentingan politik dan praktik koruptif.
Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan juga menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga tuntas. Jika tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, maka gelombang aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar akan kembali digelar.






